Efek Samping Sunat Laser, yang Katanya Lebih Sakit dan Lama Penyembuhannya

Efek Samping Sunat Laser, yang Katanya Lebih Sakit dan Lama Penyembuhannya


Efek sunat laser via nunungnuraida.wordpress.com

Apa sunat laser itu haram? Berapa lama sembuhnya sunat laser? Apakah ada resiko yang lebih berbahaya daripada sunat biasa? Berapa tarifnya? Apakah mahal? Apa beda sunat laser dengan sunat biasa? Apa efek samping sunat laser? Ap sunat laser lebih sakit?

Semua jawabannya akan Anda dapatkan disini!

Anda mungkin bertanya-tanya apa keuntungan maupun kelemahan sunat laser dibandingkan sunat biasa. Kali ini kami membahasnya untuk Anda. Ada yang mengatakan efek kalau sunat menggunakan laser, apabila cara sunat yang tidak dilakukan dengan benar akan menimbulkan tanda hitam dibagian penisnya. Oleh karena itu, sebagai orang tua sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa saja efek sunat laser, efek samping sunat ini akan kami bahas dalam artikel ini simak penjelasannya.

Selain teknik sunat dengan pisau bedah, saat ini sunat juga dapat menggunakan laser. Apa perbedaan khitan laser vs biasa, ingin tahu perbedaannya? Sebenarnya sunat laser memiliki resiko yang lebih tinggi dari sunat biasa. Sebagian ahli mengatakan bahwa laser adalah sebuah alat yang menggunakan efek mekanika kuantum, pancaran ter-stimulasi. Oleh sebab itu, kelemahan dari sunat laser inilah yang berdapak buruk.

Sunat Laser Vs Sunat Biasa

Anda mungkin bertanya-tanya apa keuntungan maupun kelemahan sunat laser dibandingkan sunat biasa. Kali ini kami membahasnya untuk Anda.

1. Sunat Laser
Metode sunat merupakan istilah yang lazim digunakan untuk menyebutkan jenis sunat yang menggunakan gelombang elektromagnatik yang diamplikasi sebagai alat potong. Karena harga alat laser asli sangat mahal, maka sunat laser dilakukan dengan cara berikut :
  • Bius lokal
  • kulit akan dijepit dan ditarik pada jam 12 dan jam 6 menggunakan klem kecil,
  • kelebihan kulit dijepit melintang menggunakan klem besar
  • dipotong dengan kawat panas.

Keuntungan:
  • Proses lebih cepat
  • Pendarahan tidak banyak
  • Kadang tidak perlu dijahit

Kelemahan:
  1. Risiko penis terjepit dan glands terpotong tinggi
  2. Hasil lebih sulit diprediksi
  3. Menimbulkan luka bakar yang menyebabkan pembengkakkan
  4. Terasa panas di area yang terpotong.

2. Sunat biasa
Hingga saat ini sunat biasa masih menjadi pilihan kebanyakan orangtua untuk mengkhitan anaknya. Sunat ini melalui proses sebagai berikut :
  • Pembiusan lokal
  • Pemotongan menggunakan pisau/gunting bedah oleh tenaga medis yang professional
  • Menggunakan benang jahit yang bisa menyatu dengan jaringan untuk menghentikan pendarahan yang timbul.

Keuntungan sunat biasa :
  1. Kemungkinan terpotongnya glands penis sangat rendah.
  2. Tindakan medis yang dilakukan sangat akurat sehingga hasilnya relatif paling baik
  3. Semua dokter dapat melakukan tindakan ini.

Kelemahan sunat biasa :
  1. Menimbulkan pendarahan yang lebih banyak
  2. Proses sunat yang berlangsung relatif lama
  3. Proses penyembuhan pasca sunat lebih lama


Hukum sunat laser via hidupsehatdengansunah.com

Apa efek dari sunat laser? Apakah sunat laser itu haram? Berapa lama sunat laser sembuh? Temukan jawabannya dibawah ini.

Kelemahan dari sunat laser inilah yang berdapak buruk yang menjadi cikal bakal tumbuhnya berbagai macam penyakit, seperti halnya  :
  • Terjadinya infeksi karena terjadinya pendarahan yang sangat hebat.
  • Risiko penis terjepit dan glands terpotong tinggi
  • Hasil lebih sulit diprediksi
  • Menimbulkan luka bakar yang menyebabkan pembengkakkan
  • Terasa panas di area yang terpotong

Oleh karena itu, sunat biasa lebih aman dibandingkan sunat leser, pendarahan di sunat biasa juga normal tidak seperti pada sunat laser. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam melarang seseorang berobat dengan menggunakan al Kay (besi panas).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu 'anhu, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ وَأَنَا أَنْهَى أُمَّتِي عَنْ الْكَيِّ

“Terapi pengobatan itu ada tiga cara, yaitu; berbekam, minum madu dan kay (menempelkan besi panas pada daerah yang terluka), sedangkan aku melarang ummatku berobat dengan kay." (HR Bukhari, no. 5680).

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah rahimahullaah, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ أَوْ يَكُونُ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ خَيْرٌ فَفِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ لَذْعَةٍ بِنَار وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِيَ

“Apabila ada kebaikan dalam pengobatan yang kalian lakukan, maka kebaikan itu ada pada berbekam, minum madu, dan sengatan api panas (terapi dengan menempelkan besi panas di daerah yang luka) dan saya tidak menyukai kay.“ (HR. Bukhari, no. 5704 dan Muslim, no. 2205).

Para ulama menyebutkan bahwa sebenarnya hadist-hadits diatas tidak menunjukkan keharaman berobat dengan al kay (besi panas) tetapi hanya menunjukan kemakruhan, jika ada obat lain, atau karena di dalam al kay mengandung penyiksaan terhadap dirinya. (Salim bin ‘Ied al-Hilali, Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Pustaka Imam Syafi’i, 2006, 3/202-204).


Efek sunat laser via humasresbeltim

Dari hadits di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa khitan dengan menggunakan Elektro Cauter hukumnya makruh. Hal itu berdasarkan dua hal:

Pertama: Menurut keterangan para ulama berdasarkan hadits-hadits di atas bahwa operasi dengan menggunakan besi panas tidaklah dianjurkan, jika ada pengobatan dengan alternatif lain. Padahal kita ketahui,  khitan masih bisa dilakukan dengan menggunakan pisau atau gunting dengan cara manual.

Kedua: Selain itu, menurut pandangan medis bahwa khitan dengan Elektro Cauter banyak membawa efek negatif pada kesehatan kulit,  sebagaimana yang telah diterangkan di atas. Wallahu A’lam.

Biasanya sunat laser akan sembuh selama satu sampai dua minggu, penyembuhan sunat laser memang terbilang cukup cepat. Apakah sunat laser berbahaya? dari pembahasan diatas sebenarnya sunat laser ini cukup bahaya daripada sunat biasa, walaupun prosesnya lebih cepat dari sunat biasa.

Tarif sunat laser 2018 Pada tahun 2018 ini, dari beberapa situs penyedia sunat, didapatkan harga yang bervariasi, antara Rp. 900.000,- hingga Rp 1.650.000,- untuk sunat pada anak, baik dengan metode konvensional (electric cauterization) maupun modern seperti klem.

Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan Anda, terimakasih sudah membacanya.

14 Permainan Anak yang Mendidik, Mengasah Otak dan Tak Ketinggalan Jaman

14 Permainan Anak yang Mendidik, Mengasah Otak dan Tak Ketinggalan Jaman


permainan anak via duniastevie.blogspot.com

Tanpa gadget, 14 permainan tak kalah menyenangkan dan banyak kelebihan daripada sekedar main gadget.

Cocok untuk anak laki-laki dan perempuan.

Mengasah kecerdasan anak memang membutuhkan peran ekstra dari orangtua. Siapapun menginginkan buah hati tumbuh cerdas. Melatih kecerdasan anak dapat dilakukan dalam bentuk permainan. Dengan begitu, mereka akan senang melakukannya.

Beberapa permainan berikut ini contohnya yang terbukti dapat merangsang kecerdasan buah hati. Orangtua bisa mencobanya.Yuk simak apa saja permainan anak perempuan dan apa saja permainan anak laki laki dimana permainan anak anak yang seru ini dapat melatih kecerdasan anak lho! Simak terus yukk.

Permainan Anak Edukatif

Berikut permainan anak kreatif yang akan membuat anak semakin pandai.

1. Mewarnai

mewarnai via qudsfata.com

Permainan anak belajar mewarnai ini akan membantu anak dalam mengenal warna. Dalam permainan ini, anak-anak bisa diberikan gambar pemandangan, hewan ataupun yang lainnya. permainan edukatif ini bertujuan melatih anak-anak untuk kreatif dan mempunyai daya pikir yang tinggi dan imajinasi yang luas dalam mengekspresikan kemampauan sang anak.

2. Kotak Alfabet

kotak alfabet via appletreebsd.com

Permainan anak kreatif ini berupa susunan huruf abjad yang biasanya terbuat dari kayu. Umumnya, permainan ini juga dilengkapi dengan deretan angka dari 0 hingga 9. Melalui permainan edukatif ini, Anda bisa membantu buah hati dalam mengenal huruf dan membantu mereka menyusun kata demi kata. Kotak alfabet sangat direkomendasikan sebagai media anak belajar membaca.

3. Balok Kayu Susun

balok kayu via sinjotoys.com

Berikutnya, ada permainan balok kayu susun. Hampir sama seperti kotak alfabet, permainan ini juga terbuat dari kayu. Bedanya ada pada bentuknya yang beragam, mulai dari persegi, balok, hingga lingkaran. Untuk menambah daya tarik anak, biasanya potongan kayu ini diberi gambar, seperti misalnya gambar genting untuk bentuk segitiga. Melalui permainan anak cerdas ini, Anda bisa mengajari si kecil mengenal berbagai macam bentuk sekaligus menyusunnya.

4. Bongkar Pasang (Puzzle)

puzzle via amazon.co.uk

Puzzle menjadi salah satu permainan edukatif yang sangat digemari anak-anak. Biasanya, permainan satu ini hadir dalam bentuk bongkar pasang atau maze. Permainan anak cerdas ini sangat bagus untuk perkembangan motorik dan sensorik si kecil. Mereka akan menyusun kembali potongan-potongan gambar menjadi satu bentuk yang utuh. Permainan bongkar pasang memiliki tingkat kesulitan yang beragam. Oleh karena itu, mulailah dengan puzzle berukuran kecil dengan potongan yang cukup besar agar anak tidak kesulitan menyusunnya.

5. Gunting Tempel
Memasuki usia 2 hingga 6 tahun, si kecil pasti memiliki ketertarikan yang tinggi akan semua benda yang ada di sekelilingnya. Anda bisa memanfaatkannya dengan mengajak mereka bermain gunting tempel. Anda bisa menggambar bentuk-bentuk sederhana, seperti misalnya buah-buahan. Ajak mereka menggunting bentuk tersebut dan rekatkan pada kertas kosong dengan bentuk yang sama. Anda juga bisa menuliskan nama gambar dan mengajari si kecil membacanya. Permainan anak belajar menggungting dan menempel ini akan membantu anak mengenal bentuk.

6. Lego

lego via pymnts.com

Konsep permainan Lego hampir sama seperti balok kayu susun. Bisa dikatakan, Lego adalah bentuk modern dari permainan balok kayu tersebut. Bentuk-bentuk dari lego jelas lebih beragam, sehingga si kecil bisa lebih bebas menyusunnya sesuai dengan keinginan mereka. Meskipun harganya terbilang cukup mahal, permainan edukatif ini masih saja diminati. Tidak hanya anak-anak, remaja dan bahkan orang dewasa pun menggandrungi permainan ini.

7. Bola-Bola Kayu
Permainan ini, anak-anak tidak akan merasa bosan bermain bola-bola kayu yang warna warni dengan diameter 5 cm yang berlubang tengahnya dan harus disusun secara vertikal pada lima tonggak yang mempunyai tinggi berbeda, sehingga mirip tusuk sate.

Sambil memasukan bola-bola ke tonggak, anak-anak akan berhitung. “Satu, dua, tiga dst”. Akan tetapi mainan ini buatan pabrik. Mainan ini bisa dibeli di toko-toko mainan. Dengan bermain dengan alat peraga, dapat meningkatkan konsentrasi dan mempertajam anak, sehingga nantinya, anak akan pandai menghitung benda apa saja dari 1 sampai 10.

7. Bola keranjang
Seperti main basket tapi dengan alat yang bisa ditemukan di sekitar rumah. Ambil keranjang pakaian dan letakkan agak jauh. Lalu bersama-sama lemparkan bola ke dalam keranjang. Lakukan dengan sistem skor dan buat kompetisi kecil. Permainan anak anak yang seru ini untuk melatih indera melihat si kecil sekaligus melatih sportivitasnya.

8. Marco-polo!
Permainan ini untuk melatih indera pendengar si kecil. Caranya dengan menutup mata si kecil lalu suruh si kecil teriak,”marco” dan Anda harus menjawab,”polo.” Dengan mendengar suara Anda, si kecil bisa menemukan posisi Anda berdiri. Bila berhasil, ulangi lagi tapi kali ini dengan posisi yang berubah.

9. Menyusun Kata
Permainan ini dimainkan oleh beberapa orang yang duduk melingkar. Salah satunya menyebutkan satu kata dan disambung oleh orang yang ada disampingnya sampai seterusnya. Peserta harus membuat kalimat yang baik dan tersambung serta memilki makna. Tantangan permainan ini adalah tiap peserta harus mengingat kata yang baru ditambahkan oleh teman sebelumnya. Mengajak anak terlibat dalam  permainan anak anak yang seru ini akan memperkaya kosa kata mereka, melatih anak lancar berbicara dan merangsang daya ingatnya.

10. Membuat Prakarya
Permainan kreatif anak ini mengandung unsur kreatif seperti mencipta, berkreasi, dan mengeksplorasi. Kegiatan ini meliputi aktivitas mencetak, menempel, dan menggunting.

Selain melatih motorik halus, kegiatan ini juga akan mengasah kognitif anak. Pasalnya, koordinasi mata dan tangan pada kegiatan ini akan menstimulus kerja otak sehingga kemampuan kognitif anak pun makin terasah.

11. Mencampur warna cat
Kegiatan seni seperti ini juga terkait erat dengan materi pembelajaran sains awal. Orangtua dapat menggunakan berbagai bahan cat air atau pewarna makanan. Dampingi anak selama melakukan kegiatan ini agar bahan-bahan tersebut tidak tertelan oleh anak. Dalam kegiatan ini anak mendapat kesempatan untuk mengeksplor warna-warna yang ada dan mencipta warna baru.

12. Role Play
Para pakar psikologi bilang kalau  permainan anak kreatif  ini bermanfaat untuk mengembangkan imajinasi. Ketika anak melakukan role playing, dia akan belajar tentang menjalani sebuah peran. Bagaimana ia berpura-pura jadi orang lain, harus bersikap dan bagaimana menghadapi konflik dalam tingkat yang sederhana.

13. Mengenakan Pakaian dan Sepatu
Peserta yang paling cepat dan paling rapi mengenakan pakaian dan sepatunya adalah pemenangnya. Permainan ini dapat melatih kecekatan dan kemandirian anak.

14. Melompati Bentuk
Sediakan koran, kemudian pisahkan enam hingga sembilan lembar halaman. Potonglah masing-masing halaman menjadi bentuk yang berbeda-beda, mulai dari lingkaran, bujur sangkar, segitiga hingga bintang. Rekatkan masing-masing bentuk di atas lantai atau halaman rumah, satu bentuk berjejer dengan yang lain menjadi suatu garis lurus.

Aturan permainannya adalah ajak anak untuk melompat maju dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Apabila Anda ingin membuat permainan lebih menarik, berikan perintah yang tingkat kesulitannya semakin meningkat. Misalnya, “Jalan ke atas bintang, berjingkat ke persegi panjang, atau loncat empat kali di atas lingkaran!”

Permainan ini dapat merangsang kemampuan anak untuk mendengarkan sekaligus mengingat.

Itulah beberapa contoh permainan anak edukatif yang dapat membantu proses tumbuh kembang anak. Bunda perlu hati-hati dalam memilih permainan anak lho. Karena ada beberapa mainan anak yang justrus dapat membahayakan anak. Bagaimana permainan anak-anak dapat membahayakan anak ? Berikut penjelasannya.

Bagaimana permainan anak-anak dapat membahayakan ?

Mainan anak Anda mungkin sepintas terlihat aman-aman saja. Namun sebenarnya setiap mainan memiliki potensi risiko bagi kesehatan anak. Mainan yang berbahaya bagi anak biasanya dikarenakan zat yang membahayakan serta bentuknya yang dapat tertelan untuk anak. Berikut macam-macam mainan ynag membahayakan untuk anak.

1. Balon
Jangan dekatkan balon dengan wajah anak Anda apalagi di dekat benda tajam atau udara panas karena letusan balon dapat berbahaya bagi mata dan wajah anak.

2. Magnet
Mainan yang mengandung magnet yang kuat memiliki risiko tinggi apabila tidak sengaja terkunyah oleh anak-anak.

3. Trampolin
Beberapa risiko permainan trampolin antara lain cedera pada leher, punggung dan patah tulang bahkan kematian.

Semua mainan sebenarnya dapat memberi manfaat yang baik bagi kesenangan atau perkembangan anak. Namun jika tidak digunakan dengan baik, dapat menimbulkan bahaya bagi anak. Selalu waspada ya Mom!

Ibu, Maafkan Aku yang Pernah Berkata Kasar Pada Ibu

Ibu, Maafkan Aku yang Pernah Berkata Kasar Pada Ibu


Dibentak anak lebih menyakitkan daripada melahirkannya, diolah dari freepik.com

Jika kalian pernah membentak ibu, segeralah minta maaf padanya.

Karena seperti inilah perasaan seorang ibu ketika di bentak oleh anaknya.

Berikut ini adalah cerita tentang bagaimana sakitnya perasaan ibu kita saat kita bentak, bahkan lebih sakit daripada saat ibu melahirkan kita.

Ibu, masakin air bu. Saya ingin mandi pakai air hangat, ” seseorang anak memohon ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.

Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang! ”

“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama topik,. ” tutur sang anak.
Tak lama kemudian sang ibu sudah selesai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya sudah siap, ” ibu ini memberi tahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Sehabis selesai mandi dan kenakan pakaian rapi, sang anak berpamitan pada ibunya, “Bu, saya keluar dahulu ya, ingin jalan-jalan sama teman. ”

“Mau kemana nak? ” bertanya sang ibu.

“Kan sudah saya katakan, saya ingin keluar jalan-jalan sama teman, ” kata sang anak sambil mengerutkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari jalan-jalan, sesampainya di rumah ia merasa kesal karena ibunya tidak ada di rumah. Padahal perutnya sangatlah lapar, di meja makan tidak ada makanan apapun.

Lebih dari satu waktu itu, ibunya datang sambil mengatakan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, anda sudah pulang? Sudah dari tadi? ”

“Hah, ibu dari mana saja. Saya itu lapar, ingin makan tidak ada makanan di meja makan. Semestinya bila ibu ingin keluar ini masak dulu…” kata si anak dengan suara sangatlah lantang.

Sang ibu coba menuturkan sembari memegang tangan anaknya, “Begini sayang, anda janganlah geram dulu. Ibu tadi keluar bukanlah untuk masalah yg tidak penting, kamu belum tahukan kalau istrinya Pak Rahman meninggal? ”

“Meninggal? Padahal tidak sakit apa- apa kan, Bu? ” sang anak sedikit kaget, suara suaranya juga tidak tinggi lagi.

“Dia meninggal waktu Maghrib tadi. Dia meninggal dunia saat melahirkan anaknya. Anda harus juga tahu nak, seorang ibu ini bertaruh nyawa saat m3l4hirkan anaknya, ” ibu memberi penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan suara lirih ia ajukan pertanyaan pada ibunya, “Itu berarti, ibu saat m3l4hirkanku juga demikian? Ibu juga rasakan sakit yang luar biasa juga? ”

“Iya anakku. Saat ini ibu mesti berjuang menahan rasa sakit yang luar biasa. Namun, ada yang lebih sakit dari pada sebatas m3l4hirkanmu, nak, ” sang ibu menjawab.

“Apa ini, Bu? ” sang anak ingin tahu apa yang melebihi rasa sakit ibunya saat melahirkan dia.

Sang ibu tidak dapat menahan air mata yang mengalir dari tiap-tiap sudut matanya seraya berkata, “Rasa sakit waktu ibu melahirkanmu ini tidak seberapa, apabila di banding dengan rasa sakit yang ibu rasakan waktu dirimu membentak ibu dengan suara lantang, waktu kau menyakiti hati ibu, Nak. ”

BACA JUGA: Nyaris Jadi Duda Karena Istri Mengalami Pre-Eklampsia, Pria Ini Ingatkan Suami Lain

Anakku melahirkan adalah proses perjuangan hidup dan mati. Betapa tidak, saat proses melahirkan, sakitnya seperti 20 tulang patah bersamaan.

Kalau kemudian harus ada rasa sakit, bahkan kesakitan yang luar biasa, ibu tetap tersenyum bahagia justru beberapa detik setelah melewati rasa sakit itu.

Begitu kamu lahir dengan selamat, segala rasa sakit itu yang ibu alami seakan telah terbayar lunas. Wajah ibu mereka berseri-seri, bahkan di saat yang menunggui persalinan masih merasa penat.

Justru besarnya rasa sakit itulah yang membuat dirimu lebih bermakna. Ada perjuangan, ada pengorbanan dan tentunya ibu semakin menyayangimu.

Namun demikian anakku, ada yang lebih sakit dari pada saat ibu melahirkanmu. Yaitu ketika kamu mebentak ibumu.

Dunia seakan runtuh, perjuangan ibu melahirkanmu, merawatmu dan membesarkamu serasa sia-sia. Hati ibu terasa sakit, sungguh sakit. Hingga ibu tak bisa lagi berkata-kata, bahkan meneteskan air mata. ”

Si anak langsung menangis dan memohon ampun atas apa yang telah diperbuat selama ini pada ibunya.

Masih beranikah kita membentak ibu yang telah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan kita?

Sungguh bersyukurlah jika sekarang ini ibu Anda masih ada, anda bisa meminta maaf langsung karena pernah menyakitinya.

Bayangkan bagaimana perasaan orang lain yang ibunya telah tiada. Mereka hanya bisa menangis meratapi kepergian ibunya tanpa sempat meminta maaf padanya.

Wisuda PAUD yang Dianggap Kurang Etis dan Berlebihan, Malah Membuang-Buang Uang

Wisuda PAUD yang Dianggap Kurang Etis dan Berlebihan, Malah Membuang-Buang Uang


Foto via merdeka.com

Wisuda sekarang bukan lagi menjadi hal ISTIMEWA

Tak perlu ada tetapi diada-adakan, apa makna dan essensi dari acara wisuda PAUD, TK,SD,SMP dan SMU, yang malah akan menghambur-hamburkan biaya?

"Wisuda skrng bukan menjadi hal yang istimewa lgi... krna skrng PAUD - SMA sdh diwisuda , pdahl notabennya. Wisuda untuk diploma / sarjana yg sdh mengikrarkan janji... demi mindahin toga dri kiri ke kanan saya mkir buat lolos ujian skripsi.. tp skrng klah sma paud yang hanya modal ketawa dia wisuda" ujar salah seorang netizen.

Jaman dulu, prosesi wisuda dan memakai toga hanya bisa dinikmati oleh mereka yang telah menyelesaikan jenjang sarjana.

Namun sekarang hampir di setiap jenjang pendidikan pasti selalu diakhiri dengan prosesi “wisuda” bagi para anak didik. “Wisuda” tidak hanya dilakukan oleh mereka yang baru lulus dari bangku perguruan tinggi, namun bisa dirasakan oleh anak-anak yang bahkan baru lulus dari Pendidikan Usia Dini (PAUD).

Padahal dari sisi lain ada uneg-uneg dari orang tua yang sebenarnya ingin tersampaikan. Namun demi kesenangan anak dan mengikuti model yang ada jadi yang awalnya tidak ada untuk biaya jadi mengada-adakan.

Baca juga : Cara Bentengi Diri dan Keluarga dengan Iman Agar Tak Sampai Tega Menghajar Anak

Kelebihan acara yg membutuhkan biaya dimana kondisi orang tua murid tidak selalu sama walau berusaha menyekolahkan disekolah pilihan mereka. yang utama saja cukup.

Masih PAUD Orang jadul biasa2 saja, jadi sarjana juga didalam kesederhanaan

Sebuah tulisan di Facebook mendadak viral, kala pemilik akun tersebut mengatakan jika prosesi “wisuda” yang dilakukan di setiap jenjang pendidikan, terlebih lagi untuk anak usia dini dinilai tidak etis. Karena kegiatan itu sama saja seperti memperlakukan anak-anak yang tidak sesuai dengan usianya.


Foto via merdeka.com

1. Prosesi wisuda tidak lagi sakral

Seremoni wisuda biasanya berlangsung dengan hikmat karena melalui prosesi tersebut ada satu kebanggaan di mana seseorang telah berhasil meraih jenjang pendidikan tinggi yang dicita-citakan.

Pemilik akun Dekmep yang menulis ulang unggahan dari Dian Anshoriah-Pelangi Jimbaran, tersebut pengatakan, wisuda kini sudah tidak lagi sakral. Mengingat hampir di setiap jenjang pendidikan selalu ada prosesi wisuda yang dijalani.

Baca juga : Tips Memantabkan Hati Untuk Hijrah dan Bercadar Ala Istri Virgoun

2. Wisuda bagi anak PAUD kurang pantas

Dalam tulisan itu disebutkan, prosesi “wisuda” yang dilakukan oleh anak di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dirasa tidak pantas.

Karena hakikat dari wisuda itu sendiri adalah bagaimana seorang peserta didik yang telah menempuh pendidikan nantinya dapat menyibak sebuah kegelapan melalui ilmu pengetahuan.

Filosofi ini sendiri diambil dari makna pakaian wisuda yang kerap digunakan berwarna hitam.

3. “Wisuda” bisa diubah dengan kegiatan positif lainnya

Dalam akun tersebut dituliskan, kegiatan “wisuda” yang sejatinya belum pantas dilakukan oeh anak-anak usia dini, bisa diubah dengan melakukan beragam kegiatan positif lainnya.

Tentunya kegiatan tersebut bisa disesuaikan dengan dunia mereka, sekaligus mampu mengasah kreativitas anak-anak.

Hingga sekarang tulisan tersebut sudah di-like hingga 5.400-an dan dibagikan hingga 11 ribuan lebih. Rata-rata komentar warganet "mengamini" tulisan tersebut.



Baca juga : Mei Cair, THR PNS 2018 Nilainya Fantastis, 2 Kali Lipat Lebih dari Tahun Kemarin

Salah satu yang mewakili komentar ditulis akun Annisa HerLin Elda, "Ini yang saya Tunggu2.. akhirnya ada yang bahas ini Udah lama saya mempertanyakan apa ada aturan penggunaan toga? Kok anak PAUD bisa pake toga dan ada istilah wisuda? Lalu nanti tak ada kesan istimewa dalam "wisuda" ketika si anak sudah di jenjang perguruan tinggi, wisuda dan toga sudah biasa."

Ada yang setuju pasti juga ada yang tidak setuju. contohnya saja komentar dari Najmi Hayati "saya tidak sepakat.. disnilah kita didik bahwa pentingnya ilmu pengetahuan jadi anak PAUD pun harus merasakan wisuda karna agar berharap dia lebih semangat lagi kejenjang berikutnya... dan tahu bahwa ilmu itu sangat penting dan berusahalah untuk meraihnya karna kamu bisa kalau kamu mau... tapi mungkin kalau menurut saya acaranya di perbagus lagi... dengan menampilkan karya seni mereka selama ini dan buatlah acara yang sebagus mungkin ..dan tentu kesepakatan antara ortu dan pihak sekolah... kalau mengenai biaya... karna semua tergantung kesepakatan.. kalau mau dihotel gak masalah..kalau ortunya sanggup... anak hanya tau tempat nya aman nyaman dan semarak... bukan kemahalannya.... dan bagi ortu agar tahu makna ilmu sangat penting dan memang ilmu itu mahall...."

Kalau menurut kamu gimana soal masalah ini, guys?

Cara Bentengi Diri dan Keluarga dengan Iman Agar Tak Sampai Tega Menghajar Anak

Cara Bentengi Diri dan Keluarga dengan Iman Agar Tak Sampai Tega Menghajar Anak


Foto via tribunnews.com

Ya begini jadinya kalau rumah tangga tak didasari agama yang kuat.

Setan-setan mudah merasuki dalam setiap masalah yang semakin banyak dan menjerumuskan manusia kedalam api neraka, seperti peritiwa sadis ini

Seorang ibu yang telah ditutupi dengan kabut hitam dalam hatinya, tega menganiyaya anak dengan membabi buta gara-gara suami selingkuh.


Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh orangtua pada anaknya kembali terjadi.

Seorang ibu yang diduga asal di Kalimantan Timur tega menyakiti anaknya sendiri gara-gara tak terima dengan kelakuan suaminya.

Ia melampiaskan kemarahannya pada sang anak yang masih balita sebagai ancaman pada sang suami.

Dari video yang beredar di media sosial, wanita yang diduga ibu balita itu merekam dan menggunggah tindakannya itu ke Facebook.

Entah apa yang dilakukannya, balita hanya hanya memakai singlet atau baju tanpa lengan itu tampak hidungnya mengeluarkan darah.

Dalam video ia juga terlihat memukuli bocah sambil mengeluarkan ancaman yang dialamatkan pada suaminya.

Ia meminta suaminya memilih anaknya atau wanita selingkuhannya.

Baca juga : 4 Stadium yang Dilewati Seseorang Teroris Agar Berani Lakukan Bom Bunuh Diri

Entah apa yang merasuki wanita itu sehingga ia melampiaskan kekesalan itu pada anaknya.

Ia juga bahkan meminta sang anak untuk menyuruh ayahnya pulang.

Atau kalau tidak, ia mengancam akan membunuh anaknya tersebut.

Video itu kabarnya diposting oleh sang ibu di akun Facebooknya sendiri.

Menurut informasi yang beredar, saat ini akun Facebooknya sudah dihapus, namun polisi dengan mudah bisa menemukannya karena ia memposting di akunnya sendiri.
Wanita itu pun sudah diamankan oleh pihak kepolisian, namun belum dilakukan penahanan.

Video itu kemudian diposting ulang oleh akun Instagram @lambe_turah, Kamis (24/5/2018).



#HELP #SaveThisChild

Suaminya nya selingkuh, ibu ini ancam akan membunuh anak nya, lokasi di Sambaliung, Kab. Berau, Kalimantan Timur. Anak ini di siksa hingga berdarah darah oleh Ibu kandung nya

((ini yang upload pertama kali ke FB adalah ibu nya sendiri ya, FB nya sudah di delete dan karena dia upload di FB memudahkan Polisi mengendus keberadaan nya, pelaku sudah tercyduk namun belum di lakukan penahanan, untuk sementara masih wajib lapor))

@komisiperlindungananak_ri
@kemenpppa

Berikut ini video dari facebook ibu anak yang disiksa : 

NB: Video yang tercantum termasuk video kekerasan silahkan lihat DISINI

Apa yang dilakukan oleh wanita itu mendapat kecaman dari warganet:

woelansarie Ya allah gila itu kasian anknya.masa pelampiasan ke anaknya...stresss tu..kasi gw sini anknya..

rzakhiya Astagfirullah , anak kecil gak tau apa2

elshavanesya Aduuhh tuhan.. Miris x.. Sakit nya hati ku ngeliat yaa Tuhan.. Tolong anak ituu

dwiesiinta Gebukin bapaknya sm selingkuhannya donk bu, jgn anak !!!

lala_tama Sudah depresi berat kayaknya, kalo udah depresi jangan pada nanya nurani ibu, jauhi anak dr si ibu, sampai si ibu sehat kembali, #savechildren

sitisweet2804 Jgn anak jd luapan emosi ketika terjadi masalah dlm rumah tangga,tetapi berusaha berkepala dingin menghadapinya apa lg ini bulan puasa, bulan yg suci.insyaallah semua doa akan dikabulkan dibulan yg penuh berkah.saya juga punya anak sakit rasanya melihat kyk gini.

Menyikapi hal ini kami mengingatkan kembali, bila keluarga didasari dan dipondasikan dengan agama yang kuat pasti menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.

Peristiwa yang dilakukan ibu seperti yang diceritakan diatas, karena ibu tersebut dirasuki setan dengan amarah yang menggebu-gebu. Apapun rela iya lakukan bahkan anknya sendiri jadi korban,

Karena pikiran dan hatinya sudah ditutupi dengan amarah dari setan yang membutakan ibu tersebut.

Ditambah lagi bila ibu tersebut kurang iman dan tidak punya hati nurani, hal ini yang membuat setan semakin senang dan mudah mempengaruhi manusia.

Untuk itu berikut ini cara membentengi keluarga agar sakinah, mawadah, warahmah dan selalu bahagia didunia maupun di akhirat.

Baca juga : Hobi Minum Teh Kemasan dan Soft Drink, Bocah 11 Tahun ini Meninggal Kekurangan Air Putih

Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang pedih 

Kebaikan keluarga akan berpengaruh kepada kebaikan masyarakat, dan kebaikan masyarakat akan berpengaruh kepada kebaikan negara. Oleh karena itulah agama Islam banyak memberikan perhatian masalah perbaikan keluarga.

Di antara perhatian Islam adalah bahwa seorang laki-laki, yang merupakan kepala rumah tangga, harus menjaga diri dan keluarganya dari segala perkara yang akan menghantarkan menuju neraka. Marilah kita perhatian perintah Allâh Yang Maha Kuasa berikut ini :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [at-Tahrîm/66:6]

Cara Islam Mewujudkan 8 Fungsi Keluarga

Begitu pentingnya peran keluarga dalam masyarakat dan bangsa ini. Keluarga secara idealmemiliki 8 fungsi. Namun kondisi ini kini tidak banyak lagi ditemukan dalam masyarakat.

Pertama, fungsi reproduksi. Keluarga melalui pernikahan memiliki tujuan untuk melestarikan keturunan. Tapi fungsi ini tidak sepenuhnya terlaksana. Pasalnya selain karena takdir Allah, pola hidup yang tidak sehat juga memicu tidak terpenuhinya fungsi reproduksi.

Di lain pihak, banyak keluarga-keluarga yang membatasi jumlah anak karena takut biaya yang mahal, dan malu jika memiliki banyak anak.

Selain itu kebanyakan wanita karir cenderung tidak ingin punya anak dengan alasan ingin mencari karir, kepuasan kehidupan dunia. Ketika kita mencermati ternyata justru funsi ini dipenuhi oleh para remaja hasil dari pergaulan bebas.

Tanpa pernikahan, hanya berkedok cinta atau suka sama suka. Dari sini individu yang beriman dan bertakwa sangat diperlukan untuk membangun keluarga.

Agar fungsi reproduksi tidak terhenti, dan generasi yang dilahirkan pun adalah generasi terbaik.

Kedua, fungsi ekonomi. Kemandirian keluarga terbentuk dengan adanya pemenuhan kebutuhan ekonomi. Keluarga yang mandiri dapat memenuhi semua kebutuhan hidupnya.

Tidak jarang kesulitan dihadapi oleh kepala keluarga dalam mewujutkan fungsi ini. Pengangguran semakin menggunung di kalangan suami.

Laki-laki sulit mencari pekerjaan atau terancam di PHK karena suatu hal. Padahal merekalah yang seharusnya menopang nafkah kebutuhan keluarga.

Di sisi lain, harga-harga kebutuhan pokok terus meroket sehingga nafkah kerap tak mencukupi untuk seluruh anggota keluarga.

Tak heran bila masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Jelas, ini sangat mengganggu terwujudnya keluarga bahagia dan sejahtera.

Ketiga, fungsi edukasi. Keluarga seharusnya adalah tempat pertama dan utama dalam membina anak untuk menjadi insan yang beriman dan bertakwa.

Ibu sebagai istri dan pengatur rumah tangga memiliki peranan yang penting dalam membina anak.

Ayah memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan istri dan anaknya ke jalan yang diridloi Allah. Apalah daya jika fungsi ini juga tidak berjalan sempurna. Seorang ibu lebih disibukkan dengan bekerja diluar, kalaupun di rumah mereka justru lebih mementingkan food, fasion, funny.

Keempat, fungsi sosial. Keluarga mencerminkan status sosial, bahkan kadang prestise keluarga itu. Anggota keluarga yang punya pendidikan, menunjukkan sebuah keluarga intelektual.

Anggota keluarga yang saleh dan salehah, menunjukkan keluarga baik-baik. Rumah yang nyaman, rapi dan bersih, mencerminkan taraf hidup keluarga.

Namun, sekarang banyak dijumpai keluarga yang cuek dengan masing-masing anggota keluarganya, apakah anggotanya berperilaku baik atau buruk. Ketika anak berperilaku tak terpuji, nama baik orang tua hancur. Seperti anak terlibat narkoba, hamil di luar nikah atau melakukan tindak kriminalitas.

Baca juga : Efek Buruk Broken Home, Anak 4 Tahun ini Jadi Sasaran Kekerasan Ayah dan Ibu Tirinya

Kelima, fungsi protektif. Melindungi anggota keluarga dari ancaman fisik, ekonomis dan psikososial adalah tanggungjawab keluarga.

Ayah mengayomi istri dan anak, tidak sekedar  melindungi dari bahaya fisik, tapi juga bahaya kelaparan misalnya. Karena itu, secara ideal, anak tidak boleh diterlantarkan.

Membiarkan anaknya gizi buruk atau pergi ke luar negeri menjadi TKI/TKW hingga melalaikan tugasnya sebagai orangtua. Memang, semua terjadi karena kondisi buruk di dalam negeri yang memaksa mereka mengadu nasib.

Keenam, fungsi rekreatif. Keluarga merupakan pusat rekreasi untuk anggota keluarganya. Rumah sebagai sumber kebahagiaan. Setiap anggota keluarga berperan mewujudkan tawa, canda dan kegembiraan.

Seorang ayah tidak membawa masalah kerja ke rumah, ibu yang selalu tersenyum, anak-anak yang selalu gembira.

Namun, banyak masalah yang terjadi di keluarga saat ini, mulai dari  pertengkaran ayah-ibu kerap terdengar, bahkan di hadapan anak-anak hingga berujung pada broken home.

Sehingga anak tidak betah di rumah, adalah pertanda keluarga tidak harmonis sehingga mencari hiburan dan kesenangan di luar rumah.

Ketujuh, fungsi afektif. Keluarga sebagai tempat bersemainya kasih sayang, empati dan kepedulian. Meski hal ini fitrah, namun banyak keluarga yang sudah mengabaikannya. Banyak keluarga yang terasa formal disetiap interaksinya.

Ayah setelah lelah seharian bekerja, hanya menjadikan rumah sebagai tempat tidur saja. Anak-anak yang telah menjadi remaja dan menemukan dunianya, menjadikan rumah sekadar tempat singgah. Hanya sebatas minta uang saku jika ingat ayah dan ibu.

Kedelapan, fungsi relijius. Keluarga adalah tempat pertama anak mengenal nilai keagamaan. Anak-anak dididik agama sejak dini, ayah menjadi imam dan ibu mengenalkan anak-anak pada generasi sahabat. Ayah dan ibu menjadi penyampai ajaran Islam, anak-anak menjadi sasaran pertamanya.

Namun, banyak keluarga yang tak lagi menjadikan agama sebagai pondasi dalam interaksi, melainkan nilai-nilai liberal.

Seperti keluarga yang mengabaikan aspek spirutual, membebaskan anaknya memilih sendiri agamanya, atau menyekolahkan anak ke sekolah beda agama. Hal semacam ini tidak sejalan dengan fungsi relijius.

Jika kedelapan fungsi di atas bisa terlaksana, niscaya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah akan tercapai. Namun,harapan itu tinggal angan – angan semata.

Selain pemeran utama dalam keluarga (ayah, ibu dan anak – anak) yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik, ada pihak lain yang ikut berperan. Kontrol negara dinilai sangat penting untuk mendukung keharmonisan keluarga. Islam mengatur tugas negara, di antaranya yaitu,

1. Negara berfungsi mengatur urusan rakyat dengan aturan syariat Islam demi kepentingan dan maslahat rakyat

2. Negara berkuasa dan berwenang memaksa setiap warga negara untuk mematuhi hukum yang diberlakukan

3. Negara akan memberikan sanksi kepada siapa saja yang melanggar hukum yang berlaku agar fungsi negara dan masyarakat berjalan dengan baik

4. Negara bersikap adil kepada seluruh warga negara, baik Muslim maupun kafir dzimmy, laki-laki maupun perempuan.

Dengan begitu ketika negara telah menjalankan empat tugasnya dengan benar, delapan fungsi keluarga pun akan tercapai dengan sempurna. Namun, negara saat ini mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Dengan minimnya penanaman akidah dan sanksi pada masyarakat membuat masyarakat dengan semaunya sendiri memenuhi syahwatnya.

Negara juga belum menyediakan lapangan kerja yang memadai bagi rakyatnya, sehingga banyak rakyat yang hidup pengangguran dan berada di bawah garis kemiskinan.

Ketika orang tua terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan, hak anak untuk mendapatkan kasih sayang, pendidikan dalam keluarga, kebahagiaan di rumah pun tidak terwujud. Dan masih banyak lagi peran negara yang lain.

Dalam Islam, negara (khilafah) harus mampu menjalankan segala tugasnya. Inilah institusi yang mengatur urusan umat, baik dalam negeri maupun luar negeri. Ia juga  akan menjaga iman masyarakat, mewujudkan lingkungan yang Islami dan memberikan sanksi yang tegas.

Maka dengan penerapan Islam secara kaffah, akan terwujud keluarga kokoh.