Batasan Waktu Sholat Fardhu yang Tertulis Dalam Al Qur'an

Batasan Waktu Sholat Fardhu yang Tertulis Dalam Al Qur'an


waktu sholat via nu.or.id

Sebagai ibadah mahdhah, shalat diatur secara rinci dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Termasuk waktunya. Lalu, kenapa sekarang waktu sholat semakin cepat? Kenapa waktu sholat berubah-ubah? Ini semua jawabannya!

Shalat adalah berharap kepada Allah dengan sepenuh jiwa, dengan segala khusyu’ dihadapan-Nya dan berikhlas bagi-Nya serta hadir hati dalam berdzikir, berdo’a dan memuji.


Sebagai umat Islam kita wajib mendirikan sholat lima waktu, yang juga termasuk dalam rukun Islam nomor dua.

Kenapa sekarang waktu sholat semakin cepat? Dilansir dari sciencealert.com, perjalanan waktu yang semakin cepat ini ternyata bukan akibat kekhawatiran, tanggung jawab dan kewajiban yang semakin bertambah seiring makin tuanya kita. Penelitian menunjukkan bahwa perpindahan waktu yang terasa makin cepat untuk orang berumur membuat hidupnya terasa sibuk dan terburu-buru.

Secara ilmiah, Harun Yahya menyatakan bahwa terdapat frekuensi dasar yang bermula dari getaran alami antara permukaan bumi dan ionosfer konduktif. Frekuensi dasar ini dikenal dengan detak jantung dunia, dan diketahui sebagia Resonansi Schumann.

Dalam ayat Al Quran sudah ada keterangan mengenai waktu shalat. Bagaimanakah waktu shalat tersebut?

Allah Ta’ala berfirman,

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (78) وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79)

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra’: 78-79).

Dalam Al Qur’an ketetapan sholat termasuk salah satu perintah Allah kepada Rasul yang paling awal. Adakah 3 waktu shalat dalam al quran? Dikutip dari rumaysho.com ada tiga macam waktu shalat, diantaranya:

Waktu pertama yang disebutkan adalah waktu ‘duluk’. Yang dimaksudkan adalah waktu setelah matahari tergelincir mengarah ke arah barat (arah matahari tenggelam). Adapun yang dimaksud dengan waktu pertama adalah shalat Zhuhur yang berada di awal waktu duluk dan shalat Ashar yang berada di akhir waktu duluk.

Waktu kedua adalah ‘ghasaqil lail’. Yang dimaksudkan adalah gelap malam. Shalat yang dikerjakan di awal ghasaq adalah shalat Maghrib, sedangkan di akhirnya adalah shalat Isya.

Waktu ketiga adalah waktu fajar. Disebut dalam ayat dengan “Qur-anal Fajri”, yang dimaksud adalah shalat fajar (shalat Shubuh). Shalat Shubuh disebut qur-anal fajri karena saat Shubuh adalah waktu yang disunnahkan untuk memperlama bacaan Al Quran. Keutamaan membaca Al Quran saat itu karena disaksikan oleh Allah, oleh malaikat malam dan malaikat siang.


ilustrasi sholat via islami.arbamedia.com

Berapa lama waktu sholat subuh? Shalat Subuh dilakukan dua rakaat. Waktu mulainya sholat subuh dimulai dari terbitnya fajar kedua sampai terbitnya matahari. Fajar kedua yang dimaksud yaitu munculnya cahaya putih yang membentang di ufuk timur.

Berapa lama waktu shalat dzuhur? Shalat Dzuhur dilakukan empat rakaat. Waktu mulainya sholat dzuhur dimulai saat matahari telah melewati tengah-tengah langit hingga panjang bayangan sesuatu sama dengan tingginya.

Jika matahari makin naik, maka bayangan benda akan semakin pendek hingga matahari condong ke barat.

Dan setelah itu bayangan akan kembali memanjang saat matahari condong ke arah barat, maka waktu shalat dzuhur telah masuk.

Dan jika bayangannya kembali memanjang dan sama dengan panjang objek, maka waktu sholat dzuhur telah berakhir.

Berapa lama waktu sholat ashar? Shalat Ashar dilakukan sebanyak empat rakaat. Waktu mulainya shalat ashar dimulai ketika panjang bayangan sesuatu sama dengan objek sampai matahari menguning atau memerah saat matahari terbenam.

Kenapa waktu sholat magrib berubah? Perubahan waktu sholat terkadang menjadikan beberapa orang merasa bingung, terlebih jika mereka ada di lokasi yang jarang atau kesulitan untuk mendengar waktu adzan.

Jika kita menanyakan waktu sholat berubah-ubah, maka mudahnya bisa kembali pada sejarah Nabi Muhammad SAW. Jika melihat dari sejarah dan menelitinya, pada zaman Rasul tak ditentukan waktu sholat seperti dengan jam. Ini dikarenakan pada masa itu, waktu sholat dipatok dengan tanda-tanda kebesaran Allah yang bisa kita lihat secara langsung dan mudah.

Adanya tanda-tanda kebesaran Allah untuk menentukan waktu sholat antara lain matahari, langit dan mega, serta rotasi antara bumi dan juga matahari, bulan, atau sebaliknya. Hal ini tetap memiliki inti yang sama, yaitu menetapkan arah jarum jam untuk bisa menjadi pengingat bagi kita dan memudahkan untuk melakukan ibadah sholat kepada Allah SWT.

Berapa waktu sholat isya? Shalat Isya dilakukan sebanyak empat rakaat. Waktu mulainya shalat isya dimulai ketika hilangnya syafaq dan kemudian berakhir hingga waktu menunjukkan tengah malam, bukan hingga menjelang imsyak.

Baca Juga : Agar Sholat Tak Ketinggalan, Berikut Cara Sholat Jamak Saat Bepergian Jauh

4 Waktu Dilarang Shalat

ilustrasi waktu dilarang sholat via rizemweb.cf

Ada beberapa waktu yang dilarang shalat di dalamnya, baik larangan tersebut terhitung sebagai haram atau makruh. Kenapa ada waktu haram sholat? Kapan saja waktu-waktu yang dilarang mengerjakan shalat? Dan apakah dalam waktu-waktu tersebut, sama sekali tidak boleh mengerjakan sholat? Berikut 4 waktu dilarang shalat yang harus Anda ketahui.

1. Setelah shalat subuh sampai matahari terbit
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“Lakukanlah shalat Subuh kemudian janganlah engkau shalat sampai matahari terbit dan meninggi karena sesungguhnya ia terbit di antara dua tanduk setan dan saat itu orang-orang kafir bersujud kepadanya” (HR. Muslim)

2. Ketika matahari terbit sampai seukuran satu tombak
Sebagaimana hadits di atas

3. Ketika matahari tepat di atas kepala sampai condong ke arah barat
Lanjutan hadits di atas:

ثُمَّ صَلِّ فَإِنَّ الصَّلاَةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى يَسْتَقِلَّ الظِّلُّ بِالرُّمْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ فَإِنَّ حِينَئِذٍ تُسْجَرُ جَهَنَّمُ

“kemudian lakukanlah shalat karena shalat ketika itu disaksikan dan dihadiri oleh para malaikat sampai bayangan matahari sama dengan tingginya sebuah tongkat kemudian janganlah engkau shalat saat itu karena saat itu neraka jahanam menyala-nyala” (HR. Muslim)

4. Setelah Shalat Ashar sampai matahari terbenam

فَإِذَا أَقْبَلَ الْفَىْءُ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلاَةَ مَشْهُودَةٌ مَحْضُورَةٌ حَتَّى تُصَلِّىَ الْعَصْرَ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“jika bayangan matahari telah condong ke arah timur makan shalatlah sesungguhnya shalat yang dilakukan saat itu dihadiri oleh para malaikat sampai engkau melakukan sholat ashar janganlah engkau shalat sampai matahari terbenam karena sesungguhnya terbenam di antara dua tanduk setan dan saat itulah orang-orang kafir bersujud kepadanya” (HR. Muslim)

Yang tidak diperbolehkan dalam waktu dilarang shalat adalah shalat sunnah mutlak yakni shalat sunnah yang tidak ada sebab tertentu. Sedangkan shalat dengan sebab tertentu seperti shalat tahiyatul masjid dan shalat setelah wudhu, hal itu tetap diperbolehkan.

Boleh shalat sunnah sebelum pelaksanaan shalat Jumat walaupun saat itu matahari berada tepat di atas kepala.

Baca Juga : Na'udzubillah, Begini Pedihnya Siksaan Azab Kubur Bagi yang Meninggalkan Sholat

Nah, itulah penjelasan tentang waktu sholat yang harus muslim perhatikan. Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan menambah wawasan bagi Anda. Mohon maaf jika ada kesalahan ataupun kekurangan.

MasyaAllah, Ilmuan Ini Ungkap Rahasia Besar Ubun-Ubun (berdusta lagi durhaka) Dalam Al-Qur'an

MasyaAllah, Ilmuan Ini Ungkap Rahasia Besar Ubun-Ubun (berdusta lagi durhaka) Dalam Al-Qur'an


Ubun-ubun (foto: Media2give)

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, kenapa dalam Al-Quran ubun-ubun dikatakan  berdusta lagi durhaka?

Padahal kita tahu yang sering berdusta dan durhaka adalah mulut dan perbuatan manusia.

Maha suci Allah dengan segala kebesaranNya, ternyata ini rahasia besar ubun-ubun yang telah diungkap oleh ilmuan modern!

Tidak ada satupun organ tubuh manusia luput dari perincian Allah swt. Bukti nyata akan kebesran Sang Pencipta.

Begitu juga dengan ubun-ubun, dalam Al-Qur'an jelas diterangkan;

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang berdusta lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 15-16).

Sangat jelas pada surat Al-‘Alaq: 15-16, Allah swt  mengistilahkannya dengan kata nashiyah dan  menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka).

Namun, bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara?

Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?

Sebuah penelitian yang dilakukan para Ilmuan ini pasti membuat Anda tercengang.

Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang.

Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.” ungkap Prof. Muhammad Yusuf.

Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia.

Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.

Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone.

Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.

Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu.

Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.

Lapisan ini berada tepat di belakang dahi. Maksudnya, ia bersembunyi di dalam ubun-ubun.

Dengan demikian, lapisan depan itulah yang mengarahkan sebagian tindakan manusia yang menunjukkan kepribadiannya seperti kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, dan seterusnya.

Bagian inilah yang membedakan di antara sifat-sifat tersebut, dan juga memotivasi seseorang untuk bernisiatif melakukan kebaikan atau kejahatan.

Bahkan,  undang-undang di sebagian negara bagian Amerika menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja, seperti dilansir dari islampos.com.


Ketika Prof. Keith L Moore membicarakan penelitian seputar mukjizat ilmiah dalam ubun-ubun pada semintar internasional di Kairo.

Ia tidak hanya berbicara tentang fungsi frontal lobe dalam otak (ubun-ubun) manusia.

Bahkan, pembicaraan merembet kepada fungsi ubun-ubun pada otak hewan dengan berbagai jenis.

Ia menunjukkan beberapa gambar frontal lobe sejumlah hewan seraya menyatakan, “Penelitian komparatif terhadap anatomi manusia dan hewan menunjukkan kesamaan fungsi ubun-ubun.

Ternyata, ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarauh pada manusia, sekaligus pada hewan yang memiliki otak.

Seketika itu, pernyataan Prof. Keith mengingatkan saya tentang firman Allah, “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Hud: 56)

Beberapa hadits Nabi SAW yang bericara tentang ubun-ubun, seperti doa Nabi SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu…”

Juga seperti doa Nabi SAW, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya…

Juga seperti sabda Nabi SAW, “Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya hingga hari Kiamat.

Baca Juga:


Sisi-Sisi Mukjizat Ilmiah

Prof. Keith L Moore mengajukan argumen atas mukjizat ilmiah ini dengan mengatakan,

Informasi-informasi yang kita ketahui tentang fungsi otak itu sebelum pernah disebutkan sepanjang sejarah, dan kita tidak menemukannya sama sekali dalam buku-buku kedokteran.

Seandainya kita mengumpulkan semua buku pengobatan di masa Nabi SAW dan beberapa abad sesudahnya, maka kita tidak menemukan keterangan apapun tentang fungsi frontal lobe atau ubun-ubun.

Pembicaraan tentangnya tidak ada kecuali dalam kitab ini (al-Qur’an al-Karim). Hal itu menunjukkan bahwa ini adalah ilmu Allah yang pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, dan membuktikan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah.

MasyaAllah...

Pengetahuan tentang fungsi frontal lobe dimulai pada tahun 1842, yaitu ketika salah seorang pekerja di Amerika tertusuk ubun-ubunnya stik, lalu hal tersebut memengaruhi perilakunya, tetapi tidak membahayakan fungsi tubuh yang lain.

Dari sini para dokter mulai mengetahui fungsi frontal lobe dan hubungannya dengan perilaku seseorang. wallahu a’lam.

Buah Delima, Makanan Seribu Khasiat yang Jelas Dirincikan dalam Al Qur’an dan Hadist

Buah Delima, Makanan Seribu Khasiat yang Jelas Dirincikan dalam Al Qur’an dan Hadist

Gambar buah delima dilansir dari satucahayailahi

MasyaAllah...

Sungguh luar biasa buah yang satu ini, hingga disejajarkan oleh Allah dengan buah anggur dan zaitun, karena khasiatnya.

Berikut 11 manfaat luar biasa buah delima bagi kesehatan yang sudah terbukti dari segi medis!

Rasanya kita sudah tak asing dengan buah delima.

Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl.

Bentukuknya perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua.

Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1–9 cm, lebar 0,5–2,5 cm, warnanya hijau.

Rincian buah delima dalam Al Qur’an;

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman,” (QS. Al An’am: 99).

Dalam Alquran surat Ar-Rahman disebutkan bahwa delima termasuk buah surga.

" Di dalamnya (surga) ada buah-buahan, pepohonan kurma dan delima," (QS. Ar-Rahman: 68),"

Buah delima dalam Hadist;

Dalam riwayat yang ditulis Ibnu Abbas di sebuah hadits menyebutkan bahwa buah delima dianggap sebagai salah satu buah surga, karena Nabi Muhammad juga suka sekali memakan buah ini.

" Masing-masing dari buah delima kalian diserbuki oleh benih delima surga," (Shahih Muslim).

Dalam sebuah riwayat Harb dan parawi meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, yang bunyinya: " Makanlah buah delima dan bagian dagingnya sekaligus, karena buah ini berfungsi membersihkan lambung" .

Senada dengan Al-Quran dan hadist, banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa buah delima memiliki keajaiban yang sangat beragam.

Berikut adalah 11 kasiat buah delima yang diungkap oleh oleh para ilmuwan seperti dikutip dari islampos.com;

1. Antioksidan

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa buah delima kaya akan antosianidin yang berkhasiat antioksidandan anti-inflamasi.

Jus buah delima disebut-sebut memiliki antioksidan lebih besar daripada“makanan super” lain seperti anggur merah, teh hijau,dan blueberry.

Antioksidan melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel. Kerusakan sel ini berkaitan dengan segala macam penyakit termasuk kanker, penyakit jantung dan alzheimer.

2. Melindungi jantung

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa jus delima memerangi pengerasan arteri dan penyakit terkait seperti serangan jantung dan stroke.

Buah delima mencegah penumpukan plak di arteri dan dapat meluruhkan penumpukan plak sebelumnya.

Studi lain pada Journal of Cardiology menemukan bahwa pasien penyakit jantung koroner (PJK) yang meminum sari buah delima setiap hari selama tiga bulan menunjukkan peningkatan aliran darah ke jantung sekitar 17 persen. Aliran darah justru menurun sebesar 18 persen pada kelompok plasebo.

3. Menurunkan kolesterol buruk

Menurut penelitian di American Journal of Clinical Nutrition, antioksidan dalam buah delima dapat mengurangi oksidasi LDL (kolesterol jahat) pada tikus.

Hal ini menurunkan kadar LDL dan meningkatkan HDL (kolesterol baik).

4. Menurunkan tekanan darah

Satu studi menunjukkan bahwa minum 1,7 ons jus delima per hari menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 5 persen.

5. Mencegah dan mengobati kanker

Buah delima memiliki khasiat mencegah dan mengobati berbagai jenis kanker:

  • Studi di Israel menunjukkan bahwa sari buah delima menghancurkan sel-sel kanker payudara sementara membiarkan sel-sel sehat. Buah delima juga dapat mencegah pembentukan sel kanker payudara.
  • Ekstrak biji delima terfermentasi yang kaya polifenol mempromosikan pemulihan sel-sel leukemia kembali menjadi normal.
  • Studi pada tikus menunjukkan bahwa sari buah delima dapat menghambat perkembangan kanker paru-paru dan kanker prostat.

Dalam sebuah penelitian terhadap 50 laki-laki yang telah menjalani pengobatan kanker prostat, konsumsi 205 gram jus delima setiap hari memperlambat penggandaan PSA (ukuran perkembangan kanker prostat) dan mengurangi kebutuhan perawatan lebih lanjut sepertikemoterapi atau terapi hormon. Tak satu pun dari pasien yang mengembangkan kanker sampai menyebar di luar prostat selama studi.

6. Melindungi otak bayi

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Pediatric Research menemukan bahwa meminum jus buah delima selama kehamilan membantu melindungi otak bayi yang baru lahir setelah kelahiran traumatik.

7. Mencegah osteoartritis

Beberapa studi menunjukkan bahwa sari buah delima dapat mencegah kerusakan tulang rawan.

Menurut penelitian di Case Western Reserve University yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, ekstrak delima menurunkan tingkat bahan kimia yang disebut interleukin-1b (IL-1b) dan enzim yang mengikis tulang rawan dan membuat inflamasi.

Para peneliti mengatakan ekstrak buah delima mungkin dapat menghambat degradasi kartilago pada osteoartritis.

8. Mencegah penyakit Alzheimer

Buah delima mungkin mencegah dan memperlambat penyakit Alzheimer.

Dalam sebuah studi, tikus yang dibiakkan untuk mengembangkan penyakit Alzheimer diberi jus delima. Mereka mengakumulasi plak amiloid yang lebih sedikit dan melakukan tugas-tugas mental yang lebih baik.

9. Melindungi gigi

Penelitian menunjukkan bahwa minum jus delima mungkin merupakan cara alami untuk mencegah plak gigi.

Baca Juga:

10. Kontrasepsi alami

Studi laboratorium menunjukkan bahwa kelinci percobaan (guinea pig) betina yang diberi makan buah delima tidak hamil setelah dikawinkan dengan pejantan mereka.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa setelah 4 bulan tidak makan buah delima, kesuburan kelinci betina kembali normal seperti semula.

11. Sumber nutrisi

Satu buah delima memiliki sekitar 40 persen kebutuhan vitamin C harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa, bersama dengan asam folat, serat, kalium, niasin dan vitamin A dan E.

MasyaAllah...

Sesungguhnya manfaat-manfaat medis yang Allah simpan di dalam buah ini menunjukkan akan pentingnya buah ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan buah ini dan menjadikan di dalamnya obat bagi seluruh penghuni Dunia. Wallahu A’lam.

Do'a Syukur Nikmat, Agar Rezekinya Barokah dan Selalu Dekat Allah

Do'a Syukur Nikmat, Agar Rezekinya Barokah dan Selalu Dekat Allah


Doa bersyukur via hubunganmanusiadenganalloh.blogspot.com

Kita harus bersyukur kepada Allah atas semua rahmat yang telah dilimpahkan kepada kita. Banyak caranya, salah satunya adalah selalu istiqomah beribadah dan tak lupa membaca doa syukur nikmat berikut ini.

Doa yang akan dibagi kali ini adalah bacaan do a syukur nikmat kepada Allah SWT lengkap bahasa arab, latin dan artinya. Kita sebagai manusia wajib selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, kami disini juga akan membahas mengenai penjelasan syukur nikmat dalam islam.

Ketika Allah memberikan nikmat kepada hamba-Nya, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah bersyukur. Dalam firman-Nya, Allah telah menyebutkan tentang bersyukur. Apakah yang dimaksud dengan syukur nikmat? Apa lawan dari syukur nikmat? Dibawah inilah penjelasannya.

Makna Syukur dalam Al-Quran

Rasul saw pernah bersabda bahwa orang yang paling bersyukur ialah manusia yang paling qanaah (menerima pemberian Allah) dalam kehidupannya, sedang manusia yang paling kufur adalah manusia yang rakus dan tamak. Karena orang yang rakus itu tak pernah menikmati yang sudah ia terima, tapi ia masih terus berangan-angan terhadap apa yang belum ia miliki.

Imam ali ra mengatakan orang yang qanaah adalah orang yang kaya. Sedangkan yang rakus/tama’ adalah sebenarnya orang fakir.

A. KATA SYUKUR DALAM AL-QURAN
Kata “Syukur” dan yang seakar dengannya disebutkan sebanyak 75 kali dalam al-Quran. Menariknya, kata al-Quran juga menyebutkan sejumlah yang sama (75 kali) untuk kata “Bala’” (Musibah). Sebagian mufassir mengatakan bahwa sepertinya hal ini mengindikasikan bahwa Allah SWT ingin mengatakan bahwa adanya musibah itu karena kurangnya bersyukur kepada Allah SWT.

B. PERINTAH BERSYUKUR DAN LARANGAN KUFUR
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Pada ayat diatas Allah mengumumkan kepada kita bahwa jika kita bersyukur atas nikmat2 yang kita terima, maka Allah akan menambah nikmat diatas kenikmatan yang telah diberikan-Nya pada kita. Tambahan nikmat yang dimaksud disini bisa berbentuk zahir (seperti harta yang bertambah), ataupun batin (misal: ketentraman hati, kebahagiaan keluarga, kekhusyuan shalat, ataupun nikmat-nikmat yang nanti akan kita terima di akherat nanti).

Kemudian ketika hamba-Nya kufur nikmat, bahasa yang digunakan Allah dalam ayat diatas tidak dengan “akan aku adzab” (semodel dng ketika bersyukur: akan aku tambah nikmat), tapi cukup dengan warning bahwa “adzab-Ku sangat pedih”.

Jadi kalau nantinya seseorang mendapatkan adzab, itu adalah hasil dari apa yang dia lakukan sendiri, bukan karena Allah. Sebagaimana dengan nikmat, makna “adzab” pun bermacam-macam. Bisa saja bentuknya adalah dicabutnya nikmat dengan berbagai cara. Bentuk-bentuk siksaan lain misalnya adalah dicabutnya rasa takut kita untuk berbuat dosa, kita tidak lagi merasa rindu dengan surga ketika diceritakan, dll.

C. MUSIBAH TIDAK MENIMPA ORANG-ORANG YANG BERSYUKUR
Musibah (bala’) sebenarnya tidak akan pernah muncul ketika seseorang selalu merasa bersyukur. Karena apapun yang diterimanya dia akan merasa bahwa itu adalah yg terbaik baginya, sehingga ia bersyukur atasnya.

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS.An-Nisa: 147)

Allah tidak akan menyiksa (menimpakan musibah) jika kita bersyukur dan beriman. Oleh karena itu selalu ingatlah kepada Allah dan bersyukurlah, jangan kufur nikmat. Demikian seperti firman-Nya berikut:

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152)

Ketika kita mengingat-ingat nikmat Allah sebenarnya nikmat tersebut tak terhingga jumlahnya. “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)

Kalau menghitung saja kita tidak akan mampu, bagaimana mungkin kita akan mampu untuk mensyukuri dengan sempurna?


Hikmah syukur nikmat via ceramahmotivasi.com

D. SYUKUR ADALAH IBADAH YANG TAKKAN PERNAH SAMPAI KE PUNCAKNYA
Syukur adalah ibadah yang tidak akan pernah sampai pada puncaknya. Antara lain karena setiap ungkapan syukur adalah sesuatu yang harus disyukuri pula, karena taufik dan kemampuan yang diberikan-Nya lah kita dapat melakukannya.

Allah berfirman kepada Musa as: “Hai Musa, bersyukurlah kepada-Ku dengan syukur yang sebenarnya. Kemudian Musa as berkata: bagaimana aku bersyukur sebenar-benarnya, sedangkan tiada ungkapan syukur yang kuungkapkan kepadaMu melainkan itu juga merupakan nikmatMu. Allah SWT menjawab: Ya Musa, sekarang kamu baru bersyukur sebenar-benarnya karena kamu menyakini bahwa segala sesuatu adalah pemberian-Ku.”

Syukur adalah menampakkan dan menggunakan nikmat Allah baik dalam keyakinan di hati, ungkapan, amalan praktek.

E. BERSYUKUR ADALAH SYARAT TAUHID
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (QS al-Baqarah [2:172])

Ayat tersebut mengatakan bahwa kita belum disebut sebagai benar-benar mengesakan Allah, menyembah Allah yang Maha Esa kalau kita belum bersyukur kepada-Nya.

F. SYUKUR ATAU KUFUR SEJATINYA UNTUK DIRI KITA SENDIRI
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.(QS Luqman:12)

Apa lawan dari syukur nikmat? lawan dari syukur nikmat adalah kufur nikmat atau mengingkari nikmat Allah.

Konsep Al-Quran mengatakan bahwa setiap perbuatan itu akan kembali kepada diri pelakunya sendiri. Allah tidak membutuhkan perbuatan baik kita, tapi kitalah yang membutuhkannya. Seperti dalam ayat lain “In ahsantum ahsantum li anfusikum, wa in asa’tum fa laha” (jika kalian berbuat baik sejatinya itu perbuatan baik untuk diri kalian sendiri, demikian juga dengan perbuatan buruk juga akan kembali kepada pelakunya sendiri).

Demikian juga dengan bersyukur. Allah tidak membutuhkan syukur kita, tapi kitalah yang membutuhkan syukur itu untuk diri kita sendiri. Jika seluruh makhluq kufur pun, tidak akan mengurangi kekuasan dan kekayaan Allah SWT.

Dibawah ini merupakan hadits syukur nikmat riwayat muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ 

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pandanglah orang yang berada dibawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian, itu lebih laik membuat kalian tidak mengkufuri nikmat Allah” (HR. Muslim).

Dalam hadis ini, Rasulullah Saw memperingatkan , bahwa manusia harus bersikap syukur terhadap nikmat Allah Swt yang dianugerahkan kepadanya. Dan resep yang dijelaskan Rasulullah Saw adalah manusia agar memandang ke bawah atau lebih rendah dalam hal keduniaan seperti; kedudukan, pangkat, dan harta kekayaan karena hal tersebut akan mendorong manusia untuk lebih bersyukur.

Dan Manusia harus sadar bahwa, kedudukan atau pangkat serta harta kekayaan yang lebih tinggi yang dimiliki orang lain itu merupakan ujian, sehingga manusia lebih selamat memandang ke bawah dalam hal tersebut. sehingga terhindar dari sikap mengandai-andai yang menimbulkan manusia akan jauh dari syukur nikmat.


Syukur nikmat via nusantaramengaji.com

Doa Syukur Nikmat

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa ashlihliy fii dzurriyyatiy inniy tubtu ilayka wa inniy minal muslimiin

Artinya : “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Q.S. Al-Ahqaf : 15).

Lalu apa hikmah syukur nikmat? Hikmah yang dapat kita ambil dari syukur nikmat adalah Allah akan menambah nikmatnya, dijauhkan dari siksa neraka, mengajarkan kita bahwa nikmat yang telah kita terima tidak akan bisa kita terima tanpa kebaikan Allah maka kita harus selalu bersyukur, serta menjadikan kita manusia yang selalu berjalan dijalan yang benar dan tidak tinggi hati.

Nah, itulah penjelasan mengenai syukur nikmat, demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Kentut Memang Membatalkan Wudhu, Bagaimana Kalau Keluar Air Mata? Tetap Sahkah Wudhunya?

Kentut Memang Membatalkan Wudhu, Bagaimana Kalau Keluar Air Mata? Tetap Sahkah Wudhunya?


air mata via sisiput.com

Apa air mata membatalkan wudhu? Selain membahas wudhu kita juga akan membahas fakta-fakta tentang air mata.

Air mata, setiap manusia dianugerahi air mata oleh Allah SWT. Bagaimana air mata terbentuk? Apakah air mata bisa habis? Yuk simak penjelasannya disini.

Menangis adalah suatu proses alami yang terjadi pada manusia. Tanpa diajarkan pun, semua bayi, semua anak, semua manusia bisa menangis karena tangis merupakan fitrah yang melekat pada kemanusiaan.

Arti air mata yang tercurah saat menangis merupakan ungkapan perasaan atas kebahagiaan, kekecewaan juga kesedihan. Menangis bukanlah kesalahan yang harus dihakimi, menangis itu kebebasan jiwa dan menjadi identitas manusia sejak dilahirkan.

Apakah air mata bisa habis? Pertanyaan ini seringkali kita dengar dikalangan masyarakat, tidak mungkin air mata itu bisa habis selama manusianya masih hidup dan minum karena diproduksi terus.

Air mata merupakan cairan mata yang keluar saat manusia mengalami emosi yang kuat. Cairan ini dihasilkan dari proses lakramasi yang merujuk pada kata menangis. Sebenarnya air mata berfungsi untuk melumasi mata agar tetap lembab dan tidak kering.  Namun susunan kimia air mata untuk melumasi, berbeda dengan air mata yang keluar karena emosi.

Baca Juga : Banyak yang Percaya, Benarkah Mata Merah Bisa Menular Melalui Tatapan?


Bagaimana air mata terbentuk?


ilustrasi air mata via lifestyle.okezone.com

Air mata identik berhubungan dengan kesedihan atau kebahagiaan. Proses terbentuknya air mata melalui beberapa proses agar pembentukan air mata keluar secara sempurna. Bagaimana air mata terbentuk? Berikut adalah penjelasan mengenai proses terbentuknya air mata :
  1. Proses pembentukan air mata disebut juga dengan proses lakrimasi. Bahasa lakrimasi diambil dari bahasa latin lacrima yang berarti air mata.
  2. Sistem lakrimal akan menjaga supaya kondisi di mata tetap lembab. Produksi air mata sendiri bertujuan untuk memberikan pelumas alami pada mata beserta mengencerkan dan membasuh partikel-partikel asing yang masuk ke dalam mata.
  3. Dalam proses pembentukannya terdapat dua macam air mata yang akan dihasilkan, yaitu air mata pelumas, yang mengandung air, lemak, dan mukosa, dan air mata aqueus, yang hanya mengandung air sebagai respon dari luapan emosi (menangis) dan iritasi.
  4. Kelenjar air mata dengan nama ilmiah lacrima gland yang terletak di sudut bagian atas mata, tepatnya pada bagian antara kelopak mata dan alis akan secara rutin menyebarkan cairan yang membasahi mata setiap adanya kedipan. Kelenjar inilah yang menjadi produsen pembuat air mata. Meskipun ukurannya kecil seperti buah kenari, tetapi organ inilah yang nantinya akan menyemprotkan aliran air mata.
  5. Air mata muncul melalui saluran keluar yang berada di sudut luar mata kita. Saat mata kita berkedip sehingga lacrima gland menyebarkan air mata ke semua bagian bagian mata
  6. Kemudian air mata akan mengalir melalui lubang di sudut dalam mata melewati saluran lain, untuk berlanjut menuju bidang di belakang hidung (tempat air mata akan diserap oleh tubuh).

Lantas, kenapa air mata asin? Tubuh manusia dewasa setidaknya mengandung secangkir garam. Ketika tubuh mengalami sekresi, secara otomatis akan mengeluarkan garam-garam itu lewat sel. Misalnya, dalam keringat, urine, air liur, dan air mata.

Hebatnya, meskipun terdapat banyak garam di tubuh manusia, air mata dan produk sekresi lainnya tidak memiliki rasa dan bau yang kelewat menyengat. Hal itu karena kadar garam yang dikeluarkan telah diatur sedemikian rupa oleh tubuh, yakni 3 persen saja.

Air mata yang kita keluarkan mengandung beberapa unsur kimia organik dan anorganik seperti natrium, kalium, lipid, lisozim, mucin, laktoferin, dan beberapa jenis enzim. Itu yang membuat mengapa air mata rasanya asin.

Mengapa air mata keluar sendiri? Berdasarkan kidshealth.com, ketika mata berair sebenarnya mata sedang melindungi dirinya sendiri dari pengaruh buruk lingkungan seperti misalnya debu. Mata mengeluarkan air sama seperti ketika Anda menangis.

Air mata melindungi mata dari kekeringan, menjaga kesehatan mata agar tetap lembab, mengeluarkan debu yang mengganggu atau kemasukan benda kecil yang membuat mata tidak nyaman. Namun sebenarnya keadaan mata berair tersebut bisa dengan sendirinya selesai bahkan tanpa Anda mengeluarkan atau meneteskan air.

Apa air mata membatalkan wudhu? 

ilustrasi wudhu via mediamuslimah.com

Berdasarkan pandangan para ulama madzhab dalam masalah ini, berikut ulasannya yang kami kutip dari rumaysho.com.

1. Ulama Hanafiyah
Beliau berpandangan bahwa jika menangis dalam shalat dikarenakan sedih pada musibah, maka itu membatalkan shalat. Karena seperti itu dianggap sebagai kalam manusia (perkara di luar shalat). Namun jika karena mengingat surga dan takut pada neraka, shalatnya tidaklah batal. Seperti itu menunjukkan bertambahnya khusyuk. Sedangkan khusyuk adalah ruh dari shalat.

2. Ulama Malikiyah
Ulama Malikiyah berpandangan bahwa menangis dalam bisa jadi dengan suara atau tanpa suara. Jika menangis tanpa suara, shalatnya tidak batal. Jika dengan suara, shalatnya batal. Sedangkan jika menangisnya dengan suara dan itu atas dasar pilihannya, shalatnya batal. Jika bukan atas pilihannya dan didasari karena sangat khusyuknya, shalatnya tidak batal walaupun banyak. Namun kalau bukan karena khusyuknya, shalatnya batal.

3. Ulama Syafi’iyah
Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa jika menangisnya keluar dua huruf, maka membatalkan shalat karena seperti itu meniadakan shalat. Meskipun ketika itu menangisnya karena takut akhirat. Ini pendapat yang paling kuat dalam madzhab Syafi’i, walau dalam madzhab sendiri ada yang menyelisihi pendapat tersebut.

4. Ulama Hambali
Ulama Hambali berpendapat bahwa jika menangisnya terdiri dari dua huruf, itu muncul karena khasyah (rasa takut yang besar), atau bahkan sambil tersedu-sedu, tidaklah membatalkan shalat. Karena seperti terhanyut dalam dzikir. Begitu juga kalau seseorang tidak khusyuk lalu menangis dalam shalat, shalatnya batal.

Baca Juga : Jika Terpaksa Tak Ada Air, Ini Niat Mandi Wajib dengan Tayamum

Nah, itulah penjelasan terkait air mata yang dapat kami sampaikan. Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua. Mohon maaf jika ada kekurangan ataupun kesalahan.

Bukti Nyata Ulama Penyatu Umat, Ustadz Somad Merajut Kebhinekaan di Tanah Papua

Bukti Nyata Ulama Penyatu Umat, Ustadz Somad Merajut Kebhinekaan di Tanah Papua



Beliau ini bagai tali yang tak pernah putus,untuk menyatukan saudaraku saat ini.

Masya Allah, begitu antusiasmenya masyarakat saat ustadz somad baru menginjakkan kaki di Raja Ampat, hingga warga negara asing pun ikut mengabadikan momen kedatangan beliau.

Selama berada di papua yang menjadi rentetan agenda Ustadz Abdul Somad dalam Tabligh Akbar dan kuliah subuh di Masjid Agung Waisai, Raja Ampat, Papua Barat.

Banyak sekali kisah menarik yang terabadikan dalam unggahan netizen di sosial media.

Menjadi Tamu Kehormatan di Papua Barat

Menjadi tamu terhormat dengan disambut antusiasme dari masyarakat papua, bukti penghormatan dari masyarakat papua Ustadz Abdul Somad diperkenankan memakai ikat kepada khas Suku Papua Barat.

Seperti pada foto berikut ini Ustaz Abdul Somad (tengah), Ahmad Nusrau (Ketua MUI Papua Barat, kiri), dan DR Mulyadi Djaya (anggota MUI Papua Barat). Foto ini dilakukan daam perjalanan naik kapal cepat menjuru Raja Ampat dari kota Sorong

Sumber gambar republika.co.id

Antusias Warga Negara Asing pada Ustadz Abdul Somad

Banyaknya masyarakat yang hadir dan berkerumun untuk mengabadikan kedatangan Ustadz asal Riau dan Lulusan dari Maroko ini.

Ada yang unik dantara kerumunan masyarakat ini ternyata ada dua orang Warga Negara Asing (WNA) yang ikut menyambut.

Terlihat WNA laki-laki yang tampak antusias mengabadikan kedatanga Ustadz Abdul Somad dengan kamera ponselnya.

Sumber gambar riausky.com

Kebahagiaan Bupati Raja Ampat Bisa Merajut Ukhuwwah Islamiyah Dengan Ustadz Somad

"Segenggam syurga jatuh ke bumi. Begitu ungkapan Bupati Raja Ampat, Bapak Abdul Faris Umlati SE untuk menggambarkan keindahan alam Papua,” tulis Ustadz Abdul Somad di Instagramnya.

Baca juga : Inikah Cara Allah Permalukan Penolak Ustadz Somad Dengan Semakin Banyaknya Jamaah

Selain itu ia juga bersyukur bisa menjalin silaturahmi dengan sesama ummat islam di Papua.

Menanggapi hal itu banyak sekali komentar dari netizen yang senang dengan kedatangan Ustadz Somad di Papua.

larasatiii98 : Masya allah ustad ,keren bgt pemandangan Raja ampat nya

yanifiz106 : Masyaa Allah. Ustadz @ustadzabdulsomad kapan ke Jayapura?

riskahaap_ : Masyaallah😍

annichaauliya11 : Semoga ALLAH memberikan kesehatan dan umur panjang untuk ustazd.. aamiin

Alasan Mutlak, Kenapa Setiap Saat Kita Harus Ingat Mati, Ini Penjelasannya

Alasan Mutlak, Kenapa Setiap Saat Kita Harus Ingat Mati, Ini Penjelasannya


ingat mati via abufawaz.wordpress.com

Banyak ditulis di beranda facebook, hidup itu ingat mati dengan kata-kata indah yang mengikuti.

Hakikat ingat mati ini apa sih..? Apa cuma kita harus ingat Allah, apa cuma harus berbuat baik? Bukan cuma itu, ini hakikat selalu mengingat kematian dalam Islam!

Semua makhluk pastinya akan mengalami kematian. Dengan ingat mati, kita menjadi lebih dekat dengan Allah. Lalu, bagaimana ingat mati menurut Islam? Kenapa harus ingat mati?

Kematian sering dianggap sebagai peristiwa menakutkan, kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis.

Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan.

Apa hukum ingat mati? Ingat mati termasuk salah satu akhlak terpuji dan perilaku luhur lagi mulia. Dianjurkan untuk mengingat mati dan mempersiapkan diri menghadap kematian.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan” (HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani). Yang dimaksud adalah kematian. Kematian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Kenapa harus ingat mati? Mengingat kematian memiliki banyak manfaat, inilah beberapa manfaat ingat mati yang harus Anda ketahui.

1. Mengingat kematian adalah termasuk ibadah tersendiri, dengan mengingatnya saja seseorang telah mendapatkan ganjaran karena inilah yang diperintahkan oleh suri tauladan kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2. Mengingat kematian membantu kita dalam khusyu’ dalam shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه

“Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus. Hadits ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani)

3. Mengingat kematian menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah. Karena barangsiapa mengetahui bahwa ia akan menjadi mayit kelak, ia pasti akan berjumpa dengan Allah. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya didunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban.

4. Mengingat kematian akan membuat seseorang memperbaiki hidupnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه

“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani).

5. Mengingat kematian membuat kita tidak berlaku zholim. Allah Ta’ala berfirman,

أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ

“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.” (QS. Al Muthoffifin: 4). Ayat ini dimaksudkan untuk orang-orang yang berlaku zholim dengan berbuat curang ketika menakar. Seandainya mereka tahu bahwa besok ada hari berbangkit dan akan dihisab satu per satu, tentu mereka tidak akan berbuat zholim seperti itu.


ilustrasi ingat mati via lensapos.com

Bagaimana ingat mati? Ada banyak cara dan kiat untuk membuat kita selalu ingat mati, sungguh kematian dari orang sekeliling kita banyak menyadarkan kita. Setelah kita mengingat kematian, cobalah kita membayangkan bagaimana sepi dan sunyinya alam kubur itu, tidak ada yang menemani di hari-hari yang dilalui. Ingat mati juga dapat dilakukan dengan berziarah ke kubur.

Apakah orang mati ingat keluarganya? Dilansir dari konsultasisyariah.com bahwa hubungan ruh dengan orang yang hidup ada tiga.

1. Pertemuan ruh orang yang telah meninggal dengan ruh orang yang masih hidup di alam mimpi.
Para ulama menegaskan bahwa hal ini bisa terjadi. Ruh orang yang telah meninggal bisa berjumpa dengan ruh orang yang masih hidup dalam mimpi.

Allah berfirman,

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar : 42)

Ada dua pendapat ahli tafsir tentang ayat ini. Salah satunya, bahwa ruh orang yang ditahan adalah ruh orang yang sudah meninggal, sehingga dia tidak bisa kembali ke jasadnya di dunia. Sedangkan ruh orang yang dilepas adalah ruh orang yang tidur. (Ar-Ruh, Ibnul Qoyim, hlm. 31).

Diriwayatkan dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau menjelaskan tafsir ayat tersebut,

إِنَّ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ تَلْتَقِي فِي الْمَنَامِ فَتَتَعَارَفُ مَا شَاءَ اللَّهُ مِنْهَا، فَإِذَا أَرَادَ جَمِيعُهَا الرُّجُوعَ إِلَى الْأَجْسَادِ أَمْسَكَ اللَّهُ أَرْوَاحَ الْأَمْوَاتِ عِنْدَهُ، وَأَرْسَلَ أَرْوَاحَ الْأَحْيَاءِ إِلَى أَجْسَادِهَا

Sesungguhnya ruh orang yang hidup dan ruh orang mati bertemu dalam mimpi. Mereka saling mengenal sesuai yang Allah kehendaki. Ketika masing-masing hendak kembali ke jasadnya, Allah menahan ruh orang yang sudah mati di sisi-Nya, dan Allah melepaskan ruh orang yang masih hidup ke jasadnya. (Tafsir At-Thabari 21/298, Al-Qurthubi 15/260, An-Nasafi 4/56, Zadul Masir Ibnul Jauzi 4/20, dan beberapa tafsir lainnya).

2. Allah memperlihatkan keadaan keluarga yang masih hidup kepada beberapa orang yang telah meninggal
Para ulama menegaskan bahwa mayit bisa mendengar suara orang yang berada di dunia dalam kondisi tertentu.

Hadis dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن العبد إذا وضع في قبره، وتولى عنه أصحابه، إنه ليسمع قرع نعالهم..

“Sesungguhnya seorang hamba ketika telah diletakkan di kuburan dan ditinggal pulang orang yang mengantarkannya, dia bisa mendengar suara sandal mereka…” (HR. Muslim 2874)

3. Ruh orang yang meninggal mendatangi keluarganya di alam nyata
Sebagian orang berkeyakinan bahwa ruh orang yang meninggal akan kembali ke keluarganya selama 40 hari. Terlebih setelah peristiwa meninnggalnya salah satu dai di indonesia, disusul dengan cerita sebagian keluarganya yang merasakan kehadiran ruh sang dai. Akhirnya banyak orang semakin yakin dengan aqidah ini. Padahal semuanya diyakini tanpa dasar dan dalil yang tegas.

Allah mengingkari permintaan orang mati untuk dikembalikan ke dunia

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ ( ) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

(Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), ( ) agar aku bisa berbuat amal yang saleh yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang dia ucapkan saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (QS. Al-Mukminun: 99 – 100)

Intinya, jika ruh itu bisa kembali dan tinggal bersama keluarganya selama rentang tertentu, tentu yang paling layak mendapatkan keadaan ini adalah ruh para nabi, para sahabat, atau para syuhada yang meninggal di medan jihad. Sementara hadis-hadis di atas merupakan bukti bahwa hal itu tidak terjadi. Allah tempatkan ruh mereka di surga, dan terpisah sepenuhnya dengan alam dunia.

Baca Juga: Mati Bisa Datang Secara Tiba-tiba, Hafal dan Amalkan Doa Penghindar Mati Mengerikan "Su'ul Khotimah"

Demikian penjelasan tentang ingat mati yang dapat kami sampaikan, ternyata manfaat dari ingat mati banyak juga ya. Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan memotivasi kita semua. Mohon maaf jika terdapat kekurangan ataupun kesalahan.

Ngeri! Inilah 5 Petaka yang Akan Terjadi Jika Makan dari Uang Haram

Ngeri! Inilah 5 Petaka yang Akan Terjadi Jika Makan dari Uang Haram


Gambar ilustrasi dilansir dari batakgaul.com

Makannya sih nikmat, tapi balasannya di akhirat?

Bahkan dalam hadist dikatakan, mulut orang yang makan dari hasil haram akan dilempari batu oleh Malaikat.

Selain hal tersebut inilah petaka lain yang nggak kalah mengerikan jika makan dari hasil haram! Naudzubillah...

Meski sedikit yang penting halal dan berkah. Daripada banyak namun haram, nantinya malah menjadi siksa pedih di akhirat.

Jika terus mengejar dunia, maka tak akan pernah ada habisnya.

Dunia memang memberikan godaan sehingga manusia tak pernah puas untuk memperbanyak hartanya dan tidak memikirkan lagi haram ataupun halal.

Padahal dalam Islam, kehalalan maupun keharaman akan menjadi rentetan panjang akan perbuatan yang lainnya.

Salah satunya adalah rentetan petaka berikut ini;

1. Hilangnya Keberkahan dalam Harta

Harta banyak namun tak berkah, apa gunanya?

Manusia perlu diingatkan kembali bahwa yang namanya hidup di dunia hanyalah sementara dan kehidupan yang kekal adalah di alam akherat.

Keberkahan bukanlah bertolak pada besar atau kecilnya harta. Namun harta yang berkah atau tidak bisa dinilai dari cara pengambilan hartanya dan juga pembelanjaan harta tersebut.

Mengambil harta yang tidak disesuaikan dengan syar’i seperti melalui riba hanya akan membuat harta yang didapat tidak mencapai keberkahan.

Allah telah mencabut keberkahan bagi harta yang didalamnya terdapat riba seperti yang difirmankan Allah dalam Al Baqarah ayat 275.

Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti. Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya kepada Allah. Orang-orang yang kembali (memakan riba) maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal didalamnya”. (Al Baqarah 275)

Dalam sebuah hadist dituturkan bahwa orang yang mengkonsumsi harta riba akan dimasukkan dalam sungai darah dan dilempari mulutnya menggunakan batu agar orang tersebut tidak muncul lagi ke permukaan.

Rasulullah Saw bersabda;

Ia akan berenang di sungai darah, sedangkan di tepi sungai ada seseorang (malaikat) yang dihadapannya terdapat bebatuan. Setiap kali ada seseorang yang berenang dalam sungai darah dan ingin hendak keluar dari sungai tersebut, malaikat tersebut langsung melemparkan bebatuan ke dalam mulut orang tersebut sehingga ia terdorong untuk kembali ke tengah sungai. Dan demikian itu seterusnya”. (HR Bukhari)

Banyak dari manusia yang berusaha mendapatkan harta dari jalan yang halal, namun saat dibelanjakan justru dibelanjakan pada sesuatu yang haram. Sungguh merugi.

2. Gelapnya Hati dan Rasa Malas Beribadah

Harta atau makanan yang haram memiliki dampak yang cukup besar akan kemalasan beribadah dan juga membuat hati menjadi gelap.

Semakin banyak harta haram yang dimakan, semakin gelap pula hati sanubari manusia. Bisa dibilang menggunakan harta yang haram bisa menjadi petaka bagi manusia.

Dalam sebuah hadist Ibnu Abbas r.a berkata :

Sesungguhnya setiap kebaikan akan memberi penerang bagi hati, cahaya bagi wajah, kekuatan bagi badan, tambahan dalam rezeki dan kecintaan sesama makhluk. Dan sebaliknya kejelekan akan menghitamkan wajah, kegelapan bagi hati, kelemahan bagi badan, kekurangan dalam rezeki dan kebencian di hati sesama makhluk”.

Tengok saja beberapa orang yang mendapatkan harta dengan jalan yang haram. Meski terlihat hidup enak, namun ada saja siksaan dari Allah kepada keluarganya.

Contohny; penyakit yang tak kunjung sembuh, anak yang nakal dan lain sebagainya.

3. Terhalangnya Doa Pada Allah

Makan haram ataupun harta haram, sama-sama menghalangi dikabukannya doa.

Dalam sebuah hadist, Rasul menjelaskan tentang seorang musafir yang terus berdoa kepada Allah.

Saat itu merupakan saat yang mustajab untuk memohon apapun pada Allah. Namun ternyata doa yang dipanjatkan oleh musafir tersebut ditolak oleh Allah karena ia memakan harta yang haram.

Nabi SAW bersabda “... Dan makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan diberi makan dengan makanan yang haram. Maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan doanya?” (HR Muslim)

Sungguh sebuah rasa yang sangat pedih saat Allah yang menciptakan kita tidak mengabulkan bahkan menolak doa yang kita panjatkan kepadaNya.

Dan sungguh terasa perih saat doa yang tidak terperhatikan tersebut berubah menjadi siksaan yang menghunus diri dan hati sanubari.

4. Ditolaknya Sedekah Yang Dilakukannya

Bersedekah dengan harta yang haram hanya menjadi sebuah kesia-siaan. Ibaratnya seperti mencuci baju namun dengan air yang kotor sehingga yang didapat justru bertambah kotor bukannya bersih.

Nabi SAW pun bersabda serupa “Allah tidak menerima harta Ghulul” (HR Muslim).

Baca Juga:

Harta Ghulul diartikan oleh para ahli tafsir sebagai harta yang diambil dengan jalan yang haram dan berkhianat.

Allah memang hanya menerima sedekah dari harta yang baik saja. Berapapun besarnya harta yang disedekahkan namun didapat dengan jalan yang haram, maka harta sedekah tersebut tidaklah memberi kemanfaatan sedikit pun bahkan berakhir dengan siksaan, seperti dikutip dari kabarmakkah.com.

5. Siksa di Neraka

Dampak yang paling sengsara dan menyedihkan dari harta yang didapat dengan jalan haram adalah mendapat siksaan di neraka.

Keterangan tersebut didapat dari penjelasan Nabi SAW lewat hadist riwayat Tirmidzi yang berbunyi;

Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih pantas untuk menyentuhnya" (HR Tirmidzi dan dihasankan).

Yang lebih disayangkan lagi adalah harta haram tersebut digunakan untuk menafkahi anak dan istri bahkan cucunya.

Bisa dibayangkan betapa buruk generasi keturunannya yang terus disuapi dengan harta yang haram.

Naudzu billahi mindzalik

Meski dunia begitu menggoda dengan segala pernak perniknya, janganlah kita terperdaya untuk mendapatkan rezeki dengan jalan yang haram serta membelanjakannya untuk jalan yang haram pula.

Carilah harta dengan jalan yang diridhai Allah agar keberkahan menghampiri kita.

Demikian, semoga menjadi renungan kita bersama dalam mencari rezeki.

Wallahu A'lam.

Astagfirullah, Inilah 5 Jalan Menuju Neraka yang Amat Banyak Diminati Menurut Al-Quran

Astagfirullah, Inilah 5 Jalan Menuju Neraka yang Amat Banyak Diminati Menurut Al-Quran


Gambar ilustrasi dilansir dari Pixabay.com
Paling banyak dilakukan dan diminati...

Dalam Al Quran surat Al Mudatstsir, terungkap sudah beberapa amalan yang membuat penghuni neraka terjerumus dalam siksaan yang begitu pedih dan menyiksa.

Ampuni kami ya Allah!

Penghuni neraka dan penghuni surga kelak di hari kiamat akan berdialog dengan cukup seru.

Kedua golongan tersebut terlibat pembicaraan yang harusnya menjadi perhatian umat manusia terutama kaum muslimin saat ini.

Dalam dialog tersebut mereka yang telah merasakan keridhaan Allah bertanya kepada mereka yang dilanda kesengsaraan, “Amalan apa yang menjadikan sebab bagimu hingga dimasukkan ke dalam neraka?

Dialog keduanya termuat dalam Al Quran surat Al Mudatstsir ayat 42-47.

Dan inilah 5 jalan menuju neraka yang paling banyak dilakukan;

1. Tidak Mendirikan Shalat

Jawaban penghuni neraka atas pertanyaan penghuni surga yang pertama adalah karena tidak mendirikan shalat.

Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang mendirikan shalat.” (Al Mudatstsir 43)

Dengan shalat, seorang hamba akan memiliki bukti bahwa ia beriman kepada Allah.

Shalat pula merupakan amalan pertama yang akan dihisab sebelum amalan lainnya.

Jika shalat itu baik, maka baik pula seluruh amalannya. Namun jika shalat itu buruk, buruk pula amalan lainnya. Dengan kata lain, shalat merupakan pembatas antara keimanan dengan kekafiran.

Sayyid Quthb dalam kitab Fi Zhilal Al Quran menuliskan bahwa,

Shalat merupakan implementasi akidah yang penting dan dijadikan sebagai simbol serta petunjuk keimanan.

Sehingga konsekuensinya adalah siapa yang berani meninggalkan shalat maka ia dihukumi kufur dan jelas bagi mereka tempat kesudahan yang buruk yakni dalam neraka yang mendidih.

Namun meski ada sebagian dari mereka yang mendirikan shalat, tidak semuanya bisa masuk dalam surgaNya Allah.

Ini karena shalat yang mereka dirikan tidaklah berbekas. Dalam pengertian, shalat mereka tidak dibarengi dengan keshalihan secara sosial di dalam sebuah masyarakat, seperti dikutip dari kabarmakkah.com.

2. Tidak Memberi Makan Orang Yang Miskin

Ayat selanjutnya mengungkapkan sebab mereka menjadi penghuni neraka.

Dan Kami tidak memberi makan kepada orang miskin.” (QS Al Mudatstsir 44)

Inilah implementasi dari shalat secara sosial. Sesungguhnya orang yang benar shalatnya akan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap masalah sosial. Mereka akan menjadi yang terdepan dalam melakukan pelayanan umat.

Berbeda dengan orang yang shalatnya tidak benar, mereka lebih banyak mementingkan diri sendiri sehari-harinya.

Makna ayat tersebut menunjuk kepada enggan untuk memberi makan orang miskin, meski Allah mengkaruniakan kepadanya harta yang berlimpah.

Disebutkan oleh Sayyid Quthb bahwa inilah orang yang dalam hatinya berbenih sombong. Ia akan merendahkan siapa saja yang berada di bawahnya. Ia pun akan merasa lebih unggul dan lebih beruntung di atas kemuliaan dunia. Padahal secara hakikat, semuanya hanyalah titipan semata.

3. Bicara Yang Bathil

Penyebab ketiga yang menjerumuskan mereka adalah;

Dan adalah kami membicarakan yang bathil bersama orang-orang yang membicarakannya.” (QS Al Mudatstsir 45)

Mereka gunakan lisan yang Allah karuniakan tersebut dengan jalan mendustakan ayat-ayat Allah.

Mereka mengolok-olok dan melecehkan setiap ajaran yang tidak sesuai dengan nafsunya.

Mereka membuat lisannya penuh dengn kejahatan dimana seharusnya mereka isi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sayyid Quthb berucap, “Mereka telah meremehkan urusan akidah dan hakikat iman serta menjadikannya bahan olokan dan pelecehan.

Ketahuilah sesungguhnya keimanan dan akidah merupakan perkara utama diatas persoalan yang lainnya.

4. Mendustakan Hari Pembalasan

Pengakuan penghuni neraka yang selanjutnya tentang sebab masuknya ke neraka adalah,

Dan adalah kami mendustakan hari pembalasan.” (QS Al Mudatstsir 46)

Sayyid Quthb mengatakan bahwa poin yang keempat ini adalah pokok dari tiga poin sebelumnya.

Dengan mendustakan hari pembalasan, menjadi sebab munculnya kerusakan.

Sayyid Quthb berkata, “Orang yang mendustakan hari pembalasan niscaya rusaklah semua timbangan, goncanglah tata niai menurut ukurannya dan sempitlah lapangan kehidupan dalam perasaannya.

Seseorang yang mengingkari hari pembalasan sesungguhnya ia telah melampaui batas. Ia seakan berpikir bahwa dunia yang saat ini ditempati akan kekal selama-lamanya.

Ia hanya mengisi hidupnya dengan berbagai kesenangan dunia yang sementara. Tak pernah terbesit dalam pikirannya bahwa akan ada kehidupan setelah kematian.

Dengan demikian ia pun tak memiliki amal baik yang bisa menjadi bekal di akhirat yang kekal selamanya dan berakhir dalam neraka yang dijaga oleh para malaikat yang gagah dan tak pernah membangkang.

5. Tidak Bertaubat

Keempat perkara yang sebelumnya semakin lengkap dengan poin yang teakhir.

Mereka hidup dalam kelalaian tanpa pernah mengingat untuk taubat sedikit pun hingga akhirnya ajal menjemput.

Padahal Allah adalah Rabb yang maha penerima Taubat. Allah pula maha Pengampun dari dosa yang dilakukan oleh hambaNya yang hina.

Hingga datang kepada kami kematian.” (QS Al Mudatstsir 47)

Baca Juga:

Kematianlah yang memutuskan segala keraguan dan menjadi pamungkas dari segala kebimbangan.

Ianya adalah pemutus segala urusan yang tidak dapat ditolak lagi. Tak ada lagi taubat, tak ada lagi penyesalan dan tak ada lagi amal shaleh.

Hilang sudah, tiada ada kata pengulangan. Penyesalan hanya berbuah kesedihan. Mustahil untuk bisa kembali walau hanya sedetik demi bisa mengamalkan apa yang telah dilalaikannya.

Akhir kata, jika kita sudah mengetahui ke-5 sebab tersebut, semoga kita senantiasa meminta ampunan pada Allah SWT.

Berdoalah, semoga Allah menhindarkan kita dari perkara yang dapat menjerumuskan ke dalam panasnya api neraka.

Demikian, wallahu A'lam.

Naudzubillah! Inilah Dosa-Dosa yang Tak Mungkin Bisa Dihindari Saat Pacaran

Naudzubillah! Inilah Dosa-Dosa yang Tak Mungkin Bisa Dihindari Saat Pacaran


Pacaran Islami (gambar: muslim.or.id)

Ngak apa, aku pacaran Islami kok!

Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan Allah.

Bahkan, dosa-dosa ini tak akan mampu dihindari meski dengan label "pacaran islami"!

Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan.

Pernikahan yang benar dalam islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat.

Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

Meskipun dilabeli "pacaran islami" namun dosa-dosa ini tak akan pernah bisa dihindari;

1. Mendekati zina

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32)

Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.

Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”

Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang, termasuk juga pacaran.

2. Dosa memandang lawan jenis

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ

Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 )

Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24] : 31)

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”

Jika memandang orang yang bukan mahrom saja haram, bagaimana dengan pacaran?

Berapa kali setiap hari ingin memandang seorang pacar? Berapa dosa pula yang akan dibuat?

3. Dosa Berduaan dengan lawan jenis

Meskipun tak bersentuhan, apakah berduaan tidak dosa?

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

4. Dosa bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahrom

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Imam Nawawi –seorang ulama besar Syafi’iyyah- berkata,

”Makna hadits ini adalah bahwa anak Adam telah ditetapkan bagian untuk berzina. Di antaranya ada yang berbentuk zina secara hakiki yaitu memasukkan kemaluan kepada kemaluan yang haram.

Di samping itu juga ada zina yang bentuknya simbolis (majas) yaitu dengan melihat sesuatu yang haram, mendengar hal-hal zina dan yang berkaitan dengan hasilnya; atau pula dengan menyentuh wanita ajnabiyah (wanita yang bukan istri dan bukan mahrom) dengan tangannya atau menciumnya; atau juga berjalan dengan kakinya menuju zina, memandang, menyentuh, atau berbicara yang haram dengan wanita ajnabiyah dan berbagai contoh yang semisal ini; bisa juga dengan membayangkan dalam hati.

Semua ini merupakan macam zina yang simbolis (majas). Lalu kemaluan nanti yang akan membenarkan perbuatan-perbuatan tadi atau mengingkarinya. Hal ini berarti ada zina yang bentuknya hakiki yaitu zina dengan kemaluan dan ada pula yang tidak hakiki dengan tidak memasukkan kemaluan pada kemaluan, atau yang mendekati hal ini. Wallahu a’lam” (Syarh An Nawawi ‘ala Muslim)

Baca Juga:


Dalam hadis ini jelas diterangkan, bahwa zina bukan saja melakukan hubungan suami istri. Namun juga zina hati, membayangkan, catingan, telfonan bermesraan, jelas-jelas haram.

Naudzu billahi min dzalik. Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!

Sebaik-baiknya pacaran adalah setelah nikah

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Demikian, Wallahu A'lam.

Orang Seperti Ini Kelak Akan Dikalungi Ular Besar dan Berbisa di Hari Kiamat

Orang Seperti Ini Kelak Akan Dikalungi Ular Besar dan Berbisa di Hari Kiamat


Gambar ilustrasi dilansir dari tribunnews.com

Naudzubillah...

Melihat ular saja bulu kuduk langsung merinding, apalagi kalau sampai dikalungi ular berbisa.

Namun ternyata orang-orang seperti ini menurut hadist akan dikalungi ular besar berbisa yang sungguh mengerikan di hari kiamat!

Saat ini, banyak manusia yang suka mengeluh dan menyalahkan Allah karena kemiskinan yang menimpa dirinya. Mereka lupa untuk bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah padanya.

Sebab, rezeki itu tidak hanya berupa uang, tetapi bisa berupa kesehatan, kebahagiaan dan nikmat lainnya.

Sementara mereka yang kaya atau berharta lebih, justru terkadang tidak menggunakan hartanya dengan benar. Banyak di antara mereka yang berfoya-foya. Bahkan terkadang rela mengeluarkan kocek besar untuk hal-hal tak bermanfaat.

Namun untuk menunaikan kewajiban seperti berzakat mereka justru enggan.

Padahal ada sebuah hadits yang menjelaskan bahwa, jika seseorang diberikan kekayaan oleh Allah namun tidak melaksanakan zakat, maka di akhirat nanti semua harta yang dimilikinya akan berubah menjadi ular yang besar dan Allah akan mengalungkan ular tersebut di leher orang itu.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda;

"Barang siapa yang diberi Allah harta tetapi tidak mengeluarkan zakatnya, harta itu akan dirupakan pada hari kiamat sebagai seekor ular jantan yang amat berbisa, dengan kedua matanya yang dilindungi warna hitam kelam. Lalu, ular itu dikalungkan ke lehernya. Ular itu akan memegang rahangnya dan menyatakan kepadanya: "saya ini adalah simpananmu, harta kekayaanmu!"" (HR. al-Bukhari)

Bukan hanya itu, dalam Al-Quran sudah diterangkan Azab bagi orang yang enggan menunaikan zakat.

Kita sudah pahami bahwa zakat adalah bagian dari rukun Islam. Para ulama bersepakat (berijma’) bahwa siapa yang menentang dan mengingkari kewajiban zakat, maka ia telah kafir dan murtad dari Islam.

Karena ini adalah perkara ma’lum minad diini bid doruroh, yaitu sudah diketahui akan wajibnya. Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Barangsiapa mengingkari kewajiban zakat di zaman ini, ia kafir berdasarkan kesepakatan para ulama.”

Ibnu Hajar berkata, “Adapun hukum asal zakat adalah wajib. Siapa yang menentang hukum zakat ini, ia kafir.” seperti dikutip dari rumaysho.com.

Dalam Al-Quran juga dikatakan, orang yang enggan menunaikan zakat dalam keadaan meyakini wajibnya, ia adalah orang fasik dan akan mendapatkan siksa yang pedih di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ  يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At Taubah: 34-35).

Di dalam beberapa hadits disebutkan ancaman bagi orang yang enggan menunaikan zakat.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلاَ فِضَّةٍ لاَ يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلاَّ إِذَا كَانَ يَوْمَ القِيَامَةِ صُفِحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ، فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ، فَيُكْوَى بِهَا جَبْهَتُهُ وَجَنْبُهُ وَظَهْرُهُ، كُلَّمَا بَرُدَتْ أُعِيْدَتْ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَان مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ، فَيَرَى سَبِيْلَهُ إِمَّا إِلَى الجَنَّةِ، وَإِمَّا إِلَى النَّارِ

“Siapa saja yang memiliki emas atau perak tapi tidak mengeluarkan zakatnya melainkan pada hari kiamat nanti akan disepuh untuknya lempengan dari api neraka, lalu dipanaskan dalam api neraka Jahannam, lalu disetrika dahi, rusuk dan punggungnya dengan lempengan tersebut. Setiap kali dingin akan disepuh lagi dan disetrikakan kembali kepadanya pada hari yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. Kemudian ia melihat tempat kembalinya apakah ke surga atau ke neraka.”.

Baca Juga:


Diriwayatkan dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Aku datang menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang berlindung di bawah naungan Ka’bah.

Beliau bersabda, ‘Merekalah orang-orang yang paling merugi, demi Rabb Pemilik Ka’bah’.

Beliau mengucapkannya tiga kali. Abu Dzar berkata, “Aku pun menjadi sedih, aku menarik nafas lalu berkata, ‘Ini merupakan peristiwa yang buruk pada diriku. Aku bertanya, Siapakah mereka? Ayah dan ibuku menjadi tebusannya?’” Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

الأَكْثَرُوْنَ أَمْوَالاً، إِلاَّ مَنْ قَالَ فِي عِبَادِ اللهِ هَكَذَا وَهَكَذَا وَقَلِيْلٌ مَا هُمْ مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوْتُ فَيَتْرُكُ غَنَمًا اَوْ إِبِلاً أَوْ بَقَرًا لاَ يُؤَدِّي زَكَاتَهَا إِلاَّ جَاءَتْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ أَعْظَمُ مَا تَكُوْنُ وَأَسْمَنُ حَتَّى تَطَأَهُ بِأَظْلاَفِهَا، وَتَنْطِحُهُ بِقُرُوْنِهَا، حَتَّى يَقْضِيَ اللهُ بَيْنَ النَّاسِ ثُمَّ تَعُوْدُ أُوْلاَهَا عَلىَ أُخْرَاهَا

“Orang-orang yang banyak hartanya! Kecuali yang menyedekahkannya kepada hamba-hamba Allah begini dan begini. Namun sangat sedikit mereka itu. Tidaklah seorang lelaki mati lalu ia meninggalkan kambing atau unta atau sapi yang tidak ia keluarkan zakatnya melainkan hewan-hewan itu akan datang kepadanya pada hari kiamat dalam bentuk yang sangat besar dan sangat gemuk lalu menginjaknya dengan kukunya dan menanduknya dengan tanduknya. Hingga Allah memutuskan perkara di antara manusia. Kemudian hewan yang paling depan menginjaknya kembali, begitu pula hewan yang paling belakang berlalu, begitulah seterusnya.”

Nauzubillah min zalik...

Penyesalan di akhirat sungguh sangatlah sia-sia.

Lebih baik segera menyadari di dunia ini bahwa zakat adalah kewajiban seorang muslim yang harus ditunaikan, terlebih lagi jika memiliki harta yang berlebih.

Semoga dengan mengetahui hal ini dapat membuat kita menjadi hamba yang lebih bertakwa dan mampu menjalankan kewajiban sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah SWT.

Wallahu A'lam.