foto via hellosehat.com
Anda sering mual, nafsu makan berkurang, selalu merasa lelah, terasa nyeri saat berhubungan sampai pendarahan berlebihan saat menstruasi ? Hati hati... bisa jadi gejala kanker...
Kenali gejala secara rinci...
Kanker rahim adalah sebuah jenis kanker yang menyerang rahim atau sistem reproduksi wanita. Kanker ini juga sering disebut kanker endometrium karena umumnya muncul dengan menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim atau istilah medisnya endometrium.
Selain itu, kanker ini juga dapat menyerang otot-otot di sekitar rahim sehingga membentuk sarkoma uteri, namun sangat jarang terjadi.
Gejala kanker rahim yang biasa dialami penderita adalah pendarahan vagina. Walau tidak semua pendarahan abnormal disebabkan oleh kanker rahim, tapi Anda tetap perlu waspada dan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika Anda:
- Sudah menopause, tapi tetap mengalami pendarahan.
- Belum menopause, tapi mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi.
Selain itu, orang yang mengalami kanker rahim itu bisa dilhat dari beberapa tanda-tanda ini.
Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker rahim?
Pasien dapat merasakan sejumlah gejala atau sama sekali tidak. Kadang-kadang gejala tersebut dapat muncul karena penyakit lain. Anda harus menemui dokter Anda untuk memastikannya. Gejala awal dapat berupa:
Baca Juga : Penyebab dan Gejala Kurang Darah yang Banyak Menyerang Orang Zaman Modern
- Perdarahan, terutama setelah berhubungan seksual atau setelah menopause
- Nyeri perut yang sering
- Cairan atau darah keluar dari vagina
- Rahim dapat membesar hingga dapat teraba pada panggul
Gejala ini biasanya terjadi setelah kanker telah menyebar ke organ lain, khususnya nyeri perut, dada dan penurunan berat badan.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas, bisa dilihat dari 9 ciri-ciri kanker rahim ini sebagai berikut.
- Perdarahan dari vagina setelah menopause dan di luar siklus menstruasi.
- Pendarahan yang berlebihan saat menstruasi.
- Sekresi vagina yang berbentuk cairan atau bahkan darah dengan tekstur encer.
- Sakit pada panggul.
- Nafsu makan yang menurun.
- Terasa nyeri saat melakukan hubungan seksual.
- Mudah lelah.
- Rasa sakit pada panggul atau pada bagian perut bawah.
- Mual.
Jika seorang wanita mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segeralah melakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Semakin cepat kanker terdeteksi, maka semakin cepat pula kanker dapat ditangani.
Penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker rahim seseorang terkena kondisi ini, di antaranya:
Belum Pernah Hamil
Terapi Penggantian Hormon
Pengaruh Kelebihan Berat Badan Atau Obesitas
Pengaruh Usia
Sindrom Ovarium Polisistik
Risiko Diabetes Tipe 2
Penggunaan Tamoksifen
Hiperplasia endometrium
- Bertemu dengan dokter bedah dan spesialis tumor yang berpengalaman dalam terapi kanker
- Tetap melakukan kontrol selama dan setelah terapi untuk memeriksa efek samping dan kekambuhan kanker
- Kembali ke aktivitas normal dan aktivitas seksual 4-8 minggu setelah operasi
- Mengerti bahwa jika Anda belum pernah menopause, Anda tidak akan menstruasi lagi setelah operasi
- Ada beberapa orang mengalami serangan rasa panass jika sel telur diangkat saat operasi
No comments:
Post a Comment